Jaksa Agung Burhanuddin Minta Kajati Baru Bergerak Senyap dan Berani Tangani Korupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin melantik dan memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), dan Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung), Selasa (11/8/2026).(DOK. Kejagung)

Jaksa Agung (JA) ST Burhanuddin melantik dan memimpin prosesi pengambilan sumpah jabatan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati), dan Pejabat Eselon II di Lingkungan Kejaksaan Agung (Kejagung), Selasa (11/8/2026).(DOK. Kejagung)

Jakarta, APGtimes.com – Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin meminta para Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) yang baru menjabat segera bekerja. Ia meminta mereka mengembalikan marwah Korps Adhyaksa sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat.

Burhanuddin menyampaikan arahan itu setelah melantik para Kajati dan pejabat eselon II Kejaksaan Agung, Selasa (11/8/2026).

Pelantikan tersebut berlangsung saat Kejaksaan menghadapi sorotan publik. Burhanuddin pun meminta para pejabat baru menunjukkan kinerja terbaik sejak awal bertugas.

“Jaksa Agung menginstruksikan seluruh pejabat baru untuk segera mencurahkan segenap tenaga, pikiran, dan kemampuan terbaik mereka guna memulihkan marwah institusi serta memperkuat kembali kepercayaan publik (public trust),” demikian keterangan resmi Kejagung.

Kajati Harus Berani Tangani Korupsi

Burhanuddin meminta jajaran Kejaksaan memberi perhatian pada perkara yang menyangkut kepentingan masyarakat. Ia juga meminta mereka memprioritaskan perkara yang berdampak pada keuangan dan perekonomian negara.

Baca Juga :  1.152 Dapur MBG Disetop Sementara, BGN Temukan Masalah Standar dan Kebersihan

Menurut Burhanuddin, Kejaksaan tidak boleh hanya mengandalkan penanganan perkara korupsi dari tingkat pusat. Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri harus berani menangani kasus korupsi strategis di wilayah masing-masing.

Ia meminta seluruh jajaran menangani perkara secara profesional dan bertanggung jawab. Burhanuddin juga mengingatkan para pejabat agar menjaga integritas di tengah pengawasan masyarakat.

“Sumpah jabatan yang telah diucapkan harus dimaknai sebagai janji suci dan tanggung jawab yang kelak dimintai pertanggungjawabannya kepada negara, masyarakat, dan Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Burhanuddin.

Burhanuddin Minta Penegakan Hukum Senyap

Burhanuddin meminta Kajati baru segera memahami persoalan di wilayah masing-masing. Mereka juga harus menyesuaikan diri dengan kondisi daerah.

Ia mengarahkan Kajati menjalankan penegakan hukum secara tenang dan terukur. Mereka juga perlu menghindari kegaduhan yang dapat mengganggu proses hukum.

“Penegakan hukum di daerah diserukan untuk dilaksanakan secara senyap, tenang, terukur, dan tanpa menimbulkan kegaduhan yang kontraproduktif, sebab para Kajati merupakan cerminan dan representasi institusi Kejaksaan di daerah,” demikian keterangan Kejagung.

Baca Juga :  Dedi Mulyadi Soroti Tambang Ilegal di Sumbar, Dorong Pariwisata dan Budaya Jadi Andalan

Kajati juga perlu membangun koordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Koordinasi tersebut harus tetap menjaga independensi Kejaksaan.

Pengawasan Internal Harus Diperkuat

Burhanuddin meminta Kejaksaan memperkuat transparansi kepada masyarakat. Para pejabat harus rutin menyampaikan capaian kinerja secara terbuka.

Di internal lembaga, pimpinan harus memperketat pengawasan melekat. Langkah itu bertujuan mencegah penyalahgunaan wewenang.

Setiap indikasi pelanggaran harus mendapat tindakan tegas sesuai aturan. Burhanuddin juga meminta para pejabat menjaga integritas diri dan keluarga.

Ia meminta pejabat menerapkan pola hidup sederhana, tegas, dan bertanggung jawab.

Sementara itu, para pejabat eselon II Kejaksaan Agung harus segera memahami tugas, fungsi, serta kewenangan baru mereka. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB