Viral!40 Ormas Islam Laporkan Ade Armando Cs ke Bareskrim, Ini Kronologi Lengkapnya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perkumpulan Ormas Islam usai laporkan Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natali terkait ujaran kebencian dan penghasutan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Perkumpulan Ormas Islam usai laporkan Ade Armando, Permadi Arya, dan Grace Natali terkait ujaran kebencian dan penghasutan di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (4/5/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Jakarta, APGtimes.com–Gabungan organisasi masyarakat (ormas) Islam dalam Persatuan Ormas Islam untuk Kerukunan Umat Beragama melaporkan Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya ke Bareskrim Polri.

Mereka mengaitkan laporan ini dengan polemik potongan video ceramah Jusuf Kalla yang memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Sebanyak 40 ormas Islam mengajukan laporan atas dugaan penyebaran narasi yang memicu kegaduhan melalui potongan video tersebut. Gabungan pelapor mencakup LBH Syarikat Islam, SEMMI, dan LBH Muhammadiyah.

Video ceramah Jusuf Kalla mulai beredar di media sosial pada 9 hingga 13 April 2026. Para pelapor menilai potongan video itu tidak utuh dan membentuk narasi yang menimbulkan salah persepsi, termasuk menyentuh isu sensitif terkait agama.

Baca Juga :  Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jampidsus, Kejaksaan Agung Belum Ungkap Alasannya

Para pelapor langsung mengkaji isi konten tersebut. Mereka kemudian menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus ini ke kepolisian pada 4 Mei 2026.

Perwakilan ormas menyebut potongan video yang beredar telah mengubah konteks asli ceramah. Mereka menegaskan, versi utuh ceramah tidak membahas ajaran agama tertentu. Ceramah itu justru menggambarkan kondisi sosial dan psikologis masyarakat saat konflik.

Sejumlah tokoh ormas menilai narasi yang beredar memicu kesalahpahaman publik dan berpotensi mengganggu kerukunan antarumat beragama.

Baca Juga :  Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi

Langkah hukum ini muncul setelah pertemuan antara Jusuf Kalla dan sekitar 40 pimpinan ormas Islam. Din Syamsuddin memfasilitasi pertemuan tersebut pada 28 April 2026.

Para tokoh membahas polemik yang berkembang akibat video ceramah yang terpotong dan memicu kontroversi luas.

Hingga kini, Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.

Kasus ini menegaskan sensitivitas isu agama di ruang digital. Penyebaran konten yang tidak utuh dapat memicu konflik. Masyarakat perlu lebih cermat dan bertanggung jawab saat membagikan informasi. (ap/*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG
Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik
Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka
Terungkap! Jaringan Emas Ilegal Diduga Olah 30 Kg Sehari, Nilainya Hampir Rp3 Triliun
CPNS Sekolah Kedinasan 2026: Jadwal, Formasi dan 9 Instansi
NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore
Gempa NTT M 7,7 Tewaskan 38 Orang, 13 Luka dan 2.000 Warga Mengungsi
2.105 ASN dari 50 Kementerian Ikut Latsarmil Komcad, Dimulai 24 Agustus
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:09 WIB

Gempa Susulan M 5,0 Guncang Upacara HUT RI di Manggarai Timur, Peserta Sempat Panik

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Update Korban Gempa NTT Hari Ini: 53 Orang Meninggal, 135 Luka

Senin, 17 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Terungkap! Jaringan Emas Ilegal Diduga Olah 30 Kg Sehari, Nilainya Hampir Rp3 Triliun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:09 WIB

NTT Kembali Diguncang Ratusan Gempa, BMKG Catat 265 Susulan hingga Sore

Berita Terbaru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )

Ekonomi & Bisnis

Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen

Sabtu, 15 Agu 2026 - 21:09 WIB