1,49 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judi Online, Kemensos Siapkan Sanksi Tegas

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi uang

ilustrasi uang

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Sosial (Kemensos) menghentikan sementara penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada 1.494.652 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang terindikasi melakukan judi online. Pemerintah mengambil langkah ini setelah menerima data dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kemensos menemukan peningkatan jumlah penerima bansos yang terindikasi bermain judi online dibandingkan tahun sebelumnya. Karena itu, pemerintah melakukan pemeriksaan ulang terhadap data penerima bantuan.

Kemensos Periksa Data 1,49 Juta KPM

Gus Ipul menjelaskan Kemensos menerima laporan PPATK mengenai transaksi judi online yang melibatkan penerima bansos. Selanjutnya, Kemensos bersama sejumlah lembaga terkait menelusuri data tersebut untuk memastikan kebenarannya.

Baca Juga :  Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Bukan Supermarket, Ini Peran Besarnya untuk Ekonomi Desa

Pada 2025, Kemensos mencatat sekitar 600 ribu KPM terindikasi melakukan transaksi judi online. Namun, jumlah itu meningkat hingga hampir 1,5 juta KPM pada 2026.

Pemerintah Libatkan PPATK dan Komdigi

Kemensos bekerja sama dengan PPATK, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), BPS, serta pemerintah daerah untuk melakukan pemutakhiran data.

Melalui proses tersebut, pemerintah akan memastikan penerima bansos yang masuk daftar pemeriksaan benar-benar memiliki aktivitas transaksi judi online.

Baca Juga :  Dudung Siap Temui Penolak MBG, Pemerintah Buka Ruang Dialog dengan Masyarakat

Kemensos Cabut Hak Penerima yang Terbukti Judol

Gus Ipul menegaskan Kemensos tidak akan menyalurkan bansos kepada penerima yang terbukti sengaja menggunakan bantuan untuk judi online.

Jika penerima terus melakukan transaksi judi online, Kemensos akan mengalihkan bantuan tersebut kepada keluarga lain yang lebih membutuhkan.

Penyaluran Menunggu Hasil Verifikasi

Kemensos masih menunggu hasil asesmen dan pembaruan data sebelum menentukan kelanjutan bantuan bagi jutaan KPM tersebut.

Pemerintah berharap masyarakat menggunakan bansos sesuai tujuan utama, yaitu memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB