Kepala BGN Naik Pitam, Kepala SPPG Terancam Dipecat Usai 353 Siswa Diduga Keracunan MBG

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat konferensi pers, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (28/7/2027).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat konferensi pers, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (28/7/2027).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Jakarta, APGtimes.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengancam memecat dengan tidak hormat pihak yang terbukti lalai dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga menyebabkan kasus keracunan.

Sudaryono menyampaikan ancaman tersebut setelah 353 siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan dari program MBG.

“Sanksi bagi pihak yang terbukti lalai tidak hanya berupa pencopotan dari jabatan. Khusus Kepala SPPG yang berstatus ASN pemecatan tidak dengan hormat melalui Badan Kepegawaian Negara (BKN),” ujar Sudaryono dalam keterangan resmi, Senin (17/8/2026).

BGN Buka Opsi Libatkan Aparat Penegak Hukum

Sudaryono juga membuka kemungkinan melibatkan aparat penegak hukum dalam proses investigasi. Langkah tersebut bertujuan mengusut dugaan kelalaian dalam kasus keracunan yang terjadi di Berastagi.

Menurutnya, seluruh kepala dapur, petugas, dan penanggung jawab SPPG harus menjalankan setiap prosedur operasional standar (SOP). Karena itu, BGN meminta seluruh pihak meningkatkan kehati-hatian dalam menyiapkan makanan untuk para penerima manfaat.

Baca Juga :  Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel

“Ini juga peringatan bagi yang lain, harus ekstra hati-hati dan kerja dengan sebaik-baiknya. Kalau enggak bisa, kau mundur,” kata Sudaryono.

Ia menegaskan keamanan pangan MBG berkaitan langsung dengan keselamatan penerima manfaat. Oleh sebab itu, petugas tidak boleh mengabaikan prosedur dalam proses penyediaan makanan.

“Jangan nyawa orang jadi permainan. Kalau enggak mampu jadi kepala dapur, kalau enggak mampu jadi chef, kalau enggak mampu jadi jadi petugas di situ, kau mundur aja. Karena nyawa seseorang enggak bisa dipertaruhkan,” tuturnya.

353 Siswa Berastagi Diduga Keracunan MBG

Kasus tersebut bermula pada Kamis (13/8/2026). Saat itu, siswa SMA Negeri 1 Berastagi, SMA Bersama, dan SMK Negeri 1 Berastagi menyantap makanan dari program MBG.

Baca Juga :  Sudaryono Tegas! Dapur MBG Ketahuan Pakai Barang Subsidi Terancam Ditutup

Setelah makan, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi kesehatan. Gejala yang muncul antara lain mual, muntah, pusing, dan tubuh terasa lemah.

Hingga Jumat (14/8/2026), jumlah siswa yang mengalami keluhan mencapai 353 orang. Petugas kemudian membawa sejumlah siswa ke beberapa fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan.

Para siswa mendapat perawatan di Rumah Sakit Efarina Berastagi, RSU Amanda Berastagi, Rumah Sakit Umum Kabanjahe, serta Puskesmas Berastagi.

Sementara itu, BGN terus mendalami penyebab kejadian tersebut. Pemerintah juga perlu memastikan proses penyediaan makanan MBG berjalan sesuai standar agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

Dengan ancaman sanksi tegas tersebut, BGN meminta seluruh pengelola SPPG memperketat pengawasan mulai dari pengolahan hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB