Rupiah Masih Tertekan, Cek Kurs Dollar AS di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah masih berada di bawah tekanan pada perdagangan Selasa (28/7/2026). Hingga pukul 09.33 WIB, rupiah berada di level Rp18.069 per dollar Amerika Serikat (AS), sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sebelumnya ditutup melemah 0,50 persen ke level 6.154,57.

Penguatan dollar AS terhadap rupiah masih menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul berbagai sentimen yang memengaruhi pasar keuangan domestik dalam beberapa hari terakhir.

Kurs Dollar AS di Bank BCA

Bank Central Asia (BCA) mencatat kurs e-Rate sebagai berikut:

  • Kurs beli: Rp18.068 per dollar AS
  • Kurs jual: Rp18.088 per dollar AS

Sementara itu, kurs TT Counter dan Bank Notes berada pada:

  • Kurs beli: Rp17.870 per dollar AS
  • Kurs jual: Rp18.150 per dollar AS

Kurs e-Rate berlaku untuk transaksi melalui layanan e-Banking dan dapat berubah mengikuti kondisi pasar.

Baca Juga :  Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Kurs Dollar AS di Bank Mandiri

Bank Mandiri menetapkan Special Rate dengan rincian:

  • Kurs beli: Rp18.060 per dollar AS
  • Kurs jual: Rp18.090 per dollar AS

Adapun kurs TT Counter tercatat:

  • Kurs beli: Rp17.760 per dollar AS
  • Kurs jual: Rp18.060 per dollar AS

Sedangkan Bank Notes berada di level:

  • Kurs beli: Rp17.840 per dollar AS
  • Kurs jual: Rp18.140 per dollar AS

Bank Mandiri menjelaskan bahwa Special Rate merupakan kurs indikatif untuk transaksi valas bernilai besar dan dapat berubah sesuai kondisi pasar.

Kurs Dollar AS di Bank BNI

Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat Special Rate sebagai berikut:

  • Kurs beli: Rp18.075 per dollar AS
  • Kurs jual: Rp18.105 per dollar AS

Untuk TT Counter, kurs yang berlaku yakni:

  • Kurs beli: Rp17.760 per dollar AS
  • Kurs jual: Rp18.060 per dollar AS

Sementara kurs Bank Notes tercatat:

  • Kurs beli: Rp17.880 per dollar AS
  • Kurs jual: Rp18.180 per dollar AS
Baca Juga :  Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

BNI mengingatkan bahwa seluruh kurs yang ditampilkan bersifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan pasar valuta asing.

Kenali Perbedaan Special Rate, TT Counter, dan Bank Notes

Special Rate merupakan kurs khusus yang biasanya berlaku untuk transaksi valuta asing dalam nominal besar melalui negosiasi dengan pihak bank.

TT Counter merupakan kurs yang digunakan untuk transaksi melalui teller atau cabang bank, seperti transfer maupun penyetoran valuta asing.

Sementara itu, Bank Notes adalah kurs yang berlaku untuk transaksi jual beli mata uang asing dalam bentuk uang tunai.

Pergerakan rupiah masih menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini. Investor terus mencermati berbagai sentimen ekonomi dan kebijakan yang berpotensi memengaruhi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. (rs*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 12,5 Persen pada 2029, Ini Strateginya
Rupiah Melemah ke Rp17.918 per Dolar AS, Ini Dampaknya bagi Dunia Usaha
Suahasil Nazara Tegaskan Disiplin Fiskal dan Dorong Investasi Sawit
Bahlil Buka Peluang Impor Minyak Arab Saudi, Diskon Arab Light Capai Harga Terendah Sejak 2020
Rupiah Menguat ke Rp17.898 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya
Kemenkeu Pangkas 30 Persen Anggaran Perjalanan Dinas Kementerian dan Lembaga
Penjualan Eceran Agustus 2026 Tumbuh 1,3 Persen, Ini Prediksi BI untuk September
Danantara Dukung KAI Impor KRL Bekas Jepang, Tapi Terbentur Aturan Usia 20 Tahun
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Prabowo Targetkan Biaya Logistik Turun Jadi 12,5 Persen pada 2029, Ini Strateginya

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Rupiah Melemah ke Rp17.918 per Dolar AS, Ini Dampaknya bagi Dunia Usaha

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Disiplin Fiskal dan Dorong Investasi Sawit

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:09 WIB

Bahlil Buka Peluang Impor Minyak Arab Saudi, Diskon Arab Light Capai Harga Terendah Sejak 2020

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:09 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.898 per Dolar AS, Ini Faktor Pendorongnya

Berita Terbaru