Rupiah Menguat ke Rp17.827 Usai Pidato Prabowo, Pekan Depan Bisa ke Rp17.700

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan Jumat (14/8/2026) dengan penguatan terhadap dollar AS. Rupiah ditutup di level Rp17.827 per dollar AS, naik 0,28 persen atau 50 basis poin.

Penguatan rupiah terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI).

Rabu Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin menilai rupiah masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada pekan depan. Namun, ia memperkirakan penguatan berlangsung secara bertahap dan tidak langsung menuju level Rp17.500 per dollar AS.

“Untuk perdagangan pekan depan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan apabila pasar menilai pesan fiskal Presiden Prabowo sebagai sinyal positif terhadap kesinambungan ekonomi,” kata Nanang kepada Kompas.com, Jumat (14/8/2026).

Rp17.800 Jadi Level Penting

Nanang melihat level Rp17.800 per dollar AS menjadi titik penting bagi pergerakan rupiah dalam waktu dekat.

Baca Juga :  Prabowo Usulkan Komposisi Biaya Haji 2027 52:48, BPIH Capai Rp107,34 Juta

Jika rupiah mampu menembus level tersebut dengan kuat, mata uang Garuda berpeluang melanjutkan penguatan menuju Rp17.700 per dollar AS.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan penguatan dapat membuat rupiah kembali melemah ke kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dollar AS.

“Dengan demikian, untuk satu minggu ke depan, kisaran Rp17.700–Rp18.000 per dollar AS dapat menjadi rentang utama yang perlu diperhatikan investor,” ujarnya.

Pidato Prabowo Jadi Sentimen Pasar

Rupiah mengawali perdagangan Jumat dengan tekanan. Nilai tukar sempat melemah hingga sekitar Rp17.890 per dollar AS sebelum berbalik menguat setelah pasar mencermati pidato Prabowo dan arah RAPBN 2027.

Nanang mengatakan penguatan rupiah dapat berlanjut jika dollar AS tetap melemah, modal asing kembali masuk ke pasar domestik, dan investor menilai postur RAPBN 2027 kredibel.

Dalam skenario tersebut, rupiah berpeluang bergerak pada kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dollar AS.

Baca Juga :  Dolar AS Sentuh Rp17.656, Usaha Tahu Kecil Mulai Kena Dampaknya

Namun, risiko eksternal tetap perlu menjadi perhatian. Jika investor kembali mempertanyakan kemampuan pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi tanpa menambah tekanan terhadap neraca eksternal, rupiah berpotensi kembali mendekati Rp18.000.

Asumsi Rupiah RAPBN 2027

Pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dollar AS.

Selain itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8–6,5 persen. Pemerintah juga menetapkan defisit anggaran pada kisaran 1,8–2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Nanang menilai dampak pidato Prabowo terhadap rupiah dan kepercayaan investor lebih mungkin muncul secara bertahap. Karena itu, pasar tidak serta-merta akan mendorong rupiah menuju Rp17.500 dalam waktu singkat.

Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah pada pekan depan akan bergantung pada sentimen dollar AS, arus modal asing, respons investor terhadap RAPBN 2027, serta perkembangan risiko ekonomi global. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Asing Jual Bersih Rp204,3 Miliar di Sesi I, GOTO Paling Banyak Dilepas
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara

Berita Terbaru