Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah mengakhiri perdagangan Jumat (14/8/2026) dengan penguatan terhadap dollar AS. Rupiah ditutup di level Rp17.827 per dollar AS, naik 0,28 persen atau 50 basis poin.
Penguatan rupiah terjadi setelah Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato kenegaraan di hadapan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI).
Rabu Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures Nanang Wahyudin menilai rupiah masih memiliki peluang melanjutkan penguatan pada pekan depan. Namun, ia memperkirakan penguatan berlangsung secara bertahap dan tidak langsung menuju level Rp17.500 per dollar AS.
“Untuk perdagangan pekan depan, rupiah berpotensi melanjutkan penguatan apabila pasar menilai pesan fiskal Presiden Prabowo sebagai sinyal positif terhadap kesinambungan ekonomi,” kata Nanang kepada Kompas.com, Jumat (14/8/2026).
Rp17.800 Jadi Level Penting
Nanang melihat level Rp17.800 per dollar AS menjadi titik penting bagi pergerakan rupiah dalam waktu dekat.
Jika rupiah mampu menembus level tersebut dengan kuat, mata uang Garuda berpeluang melanjutkan penguatan menuju Rp17.700 per dollar AS.
Sebaliknya, kegagalan mempertahankan penguatan dapat membuat rupiah kembali melemah ke kisaran Rp17.900 hingga Rp18.000 per dollar AS.
“Dengan demikian, untuk satu minggu ke depan, kisaran Rp17.700–Rp18.000 per dollar AS dapat menjadi rentang utama yang perlu diperhatikan investor,” ujarnya.
Pidato Prabowo Jadi Sentimen Pasar
Rupiah mengawali perdagangan Jumat dengan tekanan. Nilai tukar sempat melemah hingga sekitar Rp17.890 per dollar AS sebelum berbalik menguat setelah pasar mencermati pidato Prabowo dan arah RAPBN 2027.
Nanang mengatakan penguatan rupiah dapat berlanjut jika dollar AS tetap melemah, modal asing kembali masuk ke pasar domestik, dan investor menilai postur RAPBN 2027 kredibel.
Dalam skenario tersebut, rupiah berpeluang bergerak pada kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dollar AS.
Namun, risiko eksternal tetap perlu menjadi perhatian. Jika investor kembali mempertanyakan kemampuan pemerintah mencapai target pertumbuhan ekonomi tanpa menambah tekanan terhadap neraca eksternal, rupiah berpotensi kembali mendekati Rp18.000.
Asumsi Rupiah RAPBN 2027
Pemerintah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2027 pada kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dollar AS.
Selain itu, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8–6,5 persen. Pemerintah juga menetapkan defisit anggaran pada kisaran 1,8–2,4 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).
Nanang menilai dampak pidato Prabowo terhadap rupiah dan kepercayaan investor lebih mungkin muncul secara bertahap. Karena itu, pasar tidak serta-merta akan mendorong rupiah menuju Rp17.500 dalam waktu singkat.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan rupiah pada pekan depan akan bergantung pada sentimen dollar AS, arus modal asing, respons investor terhadap RAPBN 2027, serta perkembangan risiko ekonomi global. (ys*)









