Mentan Amran Minta Telur Masuk Menu MBG 2-3 Kali Seminggu, Ini Alasannya

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Amran Sulaiman Menteri Pertanian/Kepala Bapenas berdialog dengan 100 Badang Eksekutif Mahasiswa (BEM)-(Foto:Istimewa)

Amran Sulaiman Menteri Pertanian/Kepala Bapenas berdialog dengan 100 Badang Eksekutif Mahasiswa (BEM)-(Foto:Istimewa)

Jakarta, APGtimes.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta telur lebih sering masuk dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan penyajian telur menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan.

Amran mengatakan, kebijakan tersebut sekaligus menjadi langkah pemerintah untuk membantu peternak menghadapi harga telur yang masih lesu di pasaran.

“Insya Allah harga telur kita jaga di tingkat SPPG. Kemudian, kalau konsumsi satu kali per minggu bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali. Itu sudah dibuat prosedurnya BGN,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).

Menurut Amran, peningkatan penyerapan telur melalui program MBG dapat membantu menciptakan pasar yang lebih pasti bagi peternak. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan BGN terkait petunjuk teknis agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menyerap telur dari peternak rakyat.

Baca Juga :  Dudung Siap Temui Penolak MBG, Pemerintah Buka Ruang Dialog dengan Masyarakat

Pemerintah Berupaya Selamatkan Peternak

Amran menilai penyerapan telur melalui MBG memiliki dua manfaat sekaligus. Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, langkah tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak.

Saat ini, sekitar 3,8 juta peternak bergantung pada sektor perunggasan. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga harga telur sekaligus menekan biaya produksi agar peternak tidak semakin tertekan.

Amran bahkan langsung mendatangi Surabaya pada Selasa (11/8/2026) untuk bertemu dan mendengarkan aspirasi para peternak.

“Ini 3,8 juta peternak kita harus jaga. Apa mau biarkan mereka berteriak tiap hari? Dan itu tugas kami,” ujar Amran.

Selain mendorong penyerapan telur melalui MBG, Kementerian Pertanian juga berupaya menjaga harga pakan ayam agar tetap stabil. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi yang harus ditanggung peternak.

Baca Juga :  Tegas! Hanya 10 Menit Amran Sulaiman Cabut Izin Distribusi Pupuk

Harga Telur Masih di Bawah HPP

Pemerintah sebelumnya mengakui harga telur di tingkat peternak masih berada di bawah harga pokok produksi (HPP). Kondisi tersebut membuat peternak mengalami tekanan karena biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan harga telur di tingkat peternak idealnya mencapai Rp24.000 per kilogram.

Pemerintah bahkan berharap harga tersebut dapat mendekati harga acuan sebesar Rp26.500 per kilogram.

Lesunya harga telur juga memicu keresahan di kalangan peternak ayam. Sejumlah asosiasi peternak sebelumnya meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.

Dengan meningkatkan penyerapan telur melalui program MBG, pemerintah berharap permintaan pasar meningkat dan harga telur di tingkat peternak dapat kembali membaik. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat
Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini
5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya
TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial
BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat
DPR Jelaskan Kenapa Rapat RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Kerap Digelar Tertutup
Insentif MBG Dipangkas Jadi Rp2.000 per Porsi, BGN Ungkap Alasan dan Aturan Barunya
Kemensos Ungkap 44,6 Juta KPM Terima Bansos Lebih dari 5 Tahun, 36.000 hingga 18 Tahun
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Dudung Bakal Turun Langsung ke Lokasi Karhutla, Rapat Koordinasi Digelar dalam Waktu Dekat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Uang Rp13,2 Triliun Menggunung di Kejagung, Ternyata Berasal dari 3 Sumber Ini

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:09 WIB

5 Perwira Marinir Ditunjuk Pimpin Brigif 6 dan 4 Batalyon Baru, Ini Daftarnya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:09 WIB

TNI AD Ungkap Alasan 6 Kodam Baru Dibentuk, Ada Pertimbangan Geografis hingga Sosial

Selasa, 6 Oktober 2026 - 17:09 WIB

BGN Benahi Data Penerima MBG, Sudaryono Minta Identitas dan Alamat Harus Akurat

Berita Terbaru