Jakarta, APGtimes.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta telur lebih sering masuk dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) meningkatkan penyajian telur menjadi dua hingga tiga kali dalam sepekan.
Amran mengatakan, kebijakan tersebut sekaligus menjadi langkah pemerintah untuk membantu peternak menghadapi harga telur yang masih lesu di pasaran.
“Insya Allah harga telur kita jaga di tingkat SPPG. Kemudian, kalau konsumsi satu kali per minggu bisa menjadi dua kali, bahkan tiga kali. Itu sudah dibuat prosedurnya BGN,” kata Amran dalam keterangan tertulis, Rabu (12/8/2026).
Menurut Amran, peningkatan penyerapan telur melalui program MBG dapat membantu menciptakan pasar yang lebih pasti bagi peternak. Pemerintah juga telah berkoordinasi dengan BGN terkait petunjuk teknis agar setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menyerap telur dari peternak rakyat.
Pemerintah Berupaya Selamatkan Peternak
Amran menilai penyerapan telur melalui MBG memiliki dua manfaat sekaligus. Selain memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, langkah tersebut dapat membantu menjaga keberlangsungan usaha peternak.
Saat ini, sekitar 3,8 juta peternak bergantung pada sektor perunggasan. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga harga telur sekaligus menekan biaya produksi agar peternak tidak semakin tertekan.
Amran bahkan langsung mendatangi Surabaya pada Selasa (11/8/2026) untuk bertemu dan mendengarkan aspirasi para peternak.
“Ini 3,8 juta peternak kita harus jaga. Apa mau biarkan mereka berteriak tiap hari? Dan itu tugas kami,” ujar Amran.
Selain mendorong penyerapan telur melalui MBG, Kementerian Pertanian juga berupaya menjaga harga pakan ayam agar tetap stabil. Kebijakan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban biaya produksi yang harus ditanggung peternak.
Harga Telur Masih di Bawah HPP
Pemerintah sebelumnya mengakui harga telur di tingkat peternak masih berada di bawah harga pokok produksi (HPP). Kondisi tersebut membuat peternak mengalami tekanan karena biaya produksi tidak sebanding dengan harga jual.
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan harga telur di tingkat peternak idealnya mencapai Rp24.000 per kilogram.
Pemerintah bahkan berharap harga tersebut dapat mendekati harga acuan sebesar Rp26.500 per kilogram.
Lesunya harga telur juga memicu keresahan di kalangan peternak ayam. Sejumlah asosiasi peternak sebelumnya meminta pemerintah segera mengambil langkah untuk menjaga keberlangsungan usaha mereka.
Dengan meningkatkan penyerapan telur melalui program MBG, pemerintah berharap permintaan pasar meningkat dan harga telur di tingkat peternak dapat kembali membaik. (yp*)









