Mentan Cabut Izin 2.231 Distributor Pupuk Subsidi yang Jual di Atas HET

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi stok pupuk

ilustrasi stok pupuk

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencabut izin 2.231 distributor dan pengecer pupuk subsidi karena menjual pupuk di atas harga eceran tertinggi (HET). Pemerintah mengambil langkah tersebut untuk memberantas mafia pangan dan memperbaiki sistem distribusi pupuk subsidi.

Amran mengatakan distributor dan pengecer yang melanggar aturan tidak boleh merugikan petani. Karena itu, Kementerian Pertanian langsung mencabut izin usaha ribuan pelaku distribusi pupuk subsidi tersebut.

“Mafia pangan tidak cukup hanya ditindak. Sistemnya juga harus dibersihkan,” ujar Amran, Minggu (24/5/2026).

Amran menegaskan pemerintah terus membenahi tata kelola distribusi pupuk subsidi. Pemerintah juga menyederhanakan sistem distribusi dan memperkuat pengawasan agar petani lebih mudah mendapatkan pupuk.

Baca Juga :  Korupsi Pupuk Subsidi Rp1,9 Miliar di Sarolangun, Pemilik Toko Dhiya Tani Divonis 3,5 Tahun

“Kami benahi distribusinya, kami sederhanakan tata kelolanya, kami perkuat pengawasannya, dan kami cabut izin pihak-pihak yang merugikan petani,” tegasnya.

Data Satgas Pangan Polri menunjukkan aparat menangani 92 kasus mafia pangan sepanjang 2024 hingga 2026. Kasus tersebut terdiri dari 46 kasus beras, 27 kasus pupuk, 16 kasus minyak goreng, dan tiga kasus internal.

Dari seluruh kasus itu, aparat menetapkan 77 orang sebagai tersangka. Aparat juga menindak peredaran pupuk palsu yang tidak memiliki kandungan unsur hara.

Praktik pupuk palsu tersebut membuat sejumlah petani mengalami gagal panen. Aparat memperkirakan total kerugian petani mencapai Rp3,2 triliun hingga Rp3,3 triliun.

Baca Juga :  Usai Muncul Korban, Calon Manajer Kopdes Jalani Pemeriksaan Kesehatan Ulang

Selain mencabut izin distributor, pemerintah juga menurunkan harga eceran tertinggi pupuk subsidi hingga 20 persen. Penurunan harga berlaku untuk pupuk Urea, NPK Phonska, NPK Formula Khusus, ZA, dan pupuk organik.

Amran mengatakan seluruh kebijakan tersebut bertujuan membantu petani mendapatkan pupuk dengan lebih mudah, cepat, dan sesuai haknya.

“Kalau pupuk mudah diperoleh dan distribusinya bersih, produksi meningkat, petani untung, dan pangan nasional semakin kuat,” katanya.

Kementerian Pertanian memastikan pengawasan distribusi pupuk subsidi akan terus berjalan. Pemerintah menggandeng Satgas Pangan, aparat penegak hukum, dan pemerintah daerah untuk menutup celah mafia distribusi pupuk. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship
Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif
Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar
Prabowo Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Pesan Tegas untuk Aparatur Baru
Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:09 WIB

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:09 WIB

Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:09 WIB

Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Berita Terbaru

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.(AFP/FREDERIC J BROWN)

Internasional

FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia? UEFA Langsung Bereaksi Keras

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:09 WIB