Hasto Sebut Fiskal Indonesia Mengkhawatirkan, Soroti Utang, Rupiah, dan Gelombang PHK

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini, berada dalam situasi mengkhawatirkan.(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)

Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI-P Hasto Kristiyanto menilai kondisi fiskal Indonesia saat ini, berada dalam situasi mengkhawatirkan.(KOMPAS.com/Tria Sutrisna)

Jakarta, APGtimes.com — Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDI-P), Hasto Kristiyanto, menyoroti kondisi fiskal dan ekonomi Indonesia yang menurutnya menghadapi tekanan serius sepanjang 2026.

Dalam pidato peringatan Hari Lahir Pancasila, Senin (1/6/2026), Hasto menyampaikan sejumlah indikator ekonomi yang perlu mendapat perhatian pemerintah.

Ia menyoroti defisit transaksi berjalan pada kuartal pertama 2026, keseimbangan primer APBN yang masih negatif, serta tingginya kebutuhan utang untuk membiayai negara.

Hasto Soroti Fiskal dan APBN

Hasto menegaskan kondisi fiskal dan moneter Indonesia sedang menghadapi tantangan besar.

Ia meminta pemerintah mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Indonesia saat ini menghadapi persoalan yang sangat serius terkait fiskal, moneter, dan kehidupan perekonomian di sektor riil,” kata Hasto.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026, Pertamax Naik Rp3.950 per Liter

Ia juga mengkritik kondisi APBN yang masih berada di bawah tekanan.

Menurutnya, pemerintah perlu mencermati keseimbangan primer yang negatif dan meningkatnya kebutuhan pembiayaan.

“Defisit transaksi berjalan pada kuartal pertama 2026 dan keseimbangan primer APBN yang negatif sangat mengkhawatirkan. Utang harus dibayar dengan utang, gali lubang tutup lubang,” ujarnya.

Rupiah Melemah

Selain fiskal, Hasto juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

Ia menyebut pelemahan rupiah menunjukkan tantangan ekonomi yang lebih mendasar.

Menurutnya, kondisi tersebut berkaitan dengan persoalan struktural dan tingkat kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

“Pelemahan rupiah akhir-akhir ini menggambarkan adanya persoalan struktural dan persoalan yang berkaitan dengan kepercayaan,” ucapnya.

Baca Juga :  Purbaya Perketat Pengawasan Barang Ilegal demi Jaga Ekonomi Nasional

Harga Pangan dan PHK Jadi Sorotan

Hasto juga menghubungkan kondisi ekonomi nasional dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.

Ia menyebut kenaikan harga kebutuhan pokok, meningkatnya angka kemiskinan, sulitnya mencari pekerjaan, dan bertambahnya kasus PHK sebagai persoalan yang harus segera pemerintah tangani.

Menurutnya, berbagai tantangan tersebut membutuhkan langkah cepat dan konkret.

“Berbagai persoalan kenaikan harga kebutuhan pangan rakyat, kemiskinan, sulitnya mencari lapangan pekerjaan, dan pemutusan hubungan kerja kini telah mencapai tahap yang mengkhawatirkan,” katanya.

Hasto menyampaikan pernyataan tersebut saat publik terus mencermati perkembangan ekonomi nasional.

Selain itu, masyarakat juga mengikuti pergerakan nilai tukar rupiah, kondisi fiskal pemerintah, serta situasi dunia usaha sepanjang 2026. (da*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026, Pertamax Naik Rp3.950 per Liter
Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dollar AS, IHSG Naik 0,88 Persen
Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah, Menkeu Siapkan Solusi untuk Pedagang Tempe
MinyaKita Mendadak Sulit Dicari di Jambi, Warga Terpaksa Beralih ke Minyak Curah
Harga Emas Jambi Hari Ini 8 Juni 2026: Perhiasan Rp8,65 Juta per Mayam, Antam Naik ke Rp2,743 Juta
Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dollar AS, BI dan Pemerintah Perkuat Stabilitas
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, INDEF Ingatkan Risiko Defisit APBN
Harga Emas Jambi Hari Ini Tembus Rp17,3 Juta per Suku, Emas Antam Naik ke Rp2,77 Juta per Gram
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:09 WIB

Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026, Pertamax Naik Rp3.950 per Liter

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:09 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dollar AS, IHSG Naik 0,88 Persen

Senin, 8 Juni 2026 - 18:09 WIB

Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah, Menkeu Siapkan Solusi untuk Pedagang Tempe

Senin, 8 Juni 2026 - 15:09 WIB

MinyaKita Mendadak Sulit Dicari di Jambi, Warga Terpaksa Beralih ke Minyak Curah

Senin, 8 Juni 2026 - 10:09 WIB

Harga Emas Jambi Hari Ini 8 Juni 2026: Perhiasan Rp8,65 Juta per Mayam, Antam Naik ke Rp2,743 Juta

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB