Penerbangan Jakarta di Bandara Minangkabau Kembali Normal Usai Erupsi Anak Krakatau

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 8 September 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandara Minangkabau Padang(Dok. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports)

Bandara Minangkabau Padang(Dok. PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports)

Padang, APGtimes.com – Penerbangan rute Jakarta dari dan menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, kembali beroperasi pada Selasa (8/9/2026).

Maskapai sempat menghentikan sejumlah penerbangan selama dua hari akibat sebaran abu vulkanik erupsi Anak Gunung Krakatau yang mengganggu jalur penerbangan menuju Jakarta.

Bandara Soekarno-Hatta kembali melayani penerbangan sejak Selasa pukul 00.30 WIB. Selang 10 menit kemudian, Bandara Halim Perdanakusuma juga kembali beroperasi pada pukul 00.40 WIB.

General Manager Bandara Internasional Minangkabau Dony Subardono mengatakan pembukaan kembali kedua bandara di Jakarta membantu memulihkan konektivitas penerbangan dari BIM.

“Operasional seluruh rute penerbangan telah berangsur normal dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan pelayanan,” ujar Dony dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

56 Penerbangan Sempat Batal

Gangguan abu vulkanik Anak Gunung Krakatau sebelumnya berdampak pada penerbangan yang menghubungkan BIM dengan bandara di Jakarta.

Baca Juga :  RUU Perampasan Aset Dikebut DPR, Pembahasan Ditargetkan Rampung Desember 2026

Selama dua hari, sebanyak 56 penerbangan dari dan menuju BIM mengalami pembatalan. Kondisi tersebut turut berdampak terhadap 7.736 penumpang yang memiliki rute Jakarta.

Pihak bandara mengambil keputusan pembatalan untuk menjaga keselamatan penumpang dan kru pesawat selama abu vulkanik mengganggu jalur penerbangan.

BIM Tidak Terdampak Abu Vulkanik

Meski penerbangan Jakarta terganggu, kondisi Bandara Internasional Minangkabau tetap normal. Sebaran abu vulkanik Anak Gunung Krakatau tidak berdampak langsung terhadap area bandara.

Pengelola bandara memantau kondisi sisi darat dan sisi udara dalam keadaan normal. Jarak pandang di sekitar BIM juga tidak mengalami perubahan signifikan.

Selain itu, kualitas udara di kawasan bandara tetap normal. Gangguan penerbangan lebih berkaitan dengan kondisi wilayah udara dan operasional bandara tujuan di Jakarta.

Baca Juga :  TB Hasanuddin Khawatir Kertajati Dianggap Jadi Pangkalan Militer AS

Penerbangan Pertama Kembali ke Jakarta

Setelah kedua bandara Jakarta kembali beroperasi, penerbangan dari BIM menuju Jakarta mulai berjalan pada Selasa pagi.

Lion Air JT 353 menjadi penerbangan keberangkatan pertama dengan rute Padang (PDG)-Jakarta (CGK). Pesawat tersebut memiliki jadwal keberangkatan pukul 06.05 WIB.

Sementara itu, Super Air Jet IU 908 menjadi penerbangan kedatangan pertama dari Jakarta menuju Padang. Pesawat dengan rute Jakarta (CGK)-Padang (PDG) tersebut dijadwalkan tiba pukul 08.15 WIB.

Dengan pulihnya operasional Bandara Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma, maskapai mulai menjadwalkan kembali penerbangan yang sebelumnya mengalami pembatalan.

Namun, penumpang tetap perlu memperhatikan informasi terbaru dari maskapai karena operasional penerbangan dapat menyesuaikan kondisi keselamatan dan keamanan penerbangan. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru