1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol, Kemensos Beri Kesempatan Klarifikasi

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 4 September 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan layar judi online pada gawai.

Tampilan layar judi online pada gawai.

Jakarta, APGtimes.com – Kementerian Sosial (Kemensos) memberikan kesempatan kepada penerima bantuan sosial (bansos) yang terindikasi judi online (judol) untuk memberikan klarifikasi.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kemensos akan memeriksa kembali data penerima bansos yang berasal dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Dari data yang kami terima dari PPATK, kami dalami, kemudian kami sisir, dan terus berusaha memastikan bahwa penerima bansos yang terindikasi main judi online, kami beri kesempatan untuk melakukan klarifikasi,” kata Gus Ipul dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

1,4 Juta Penerima Bansos Terindikasi Judol

Kemensos mencatat lebih dari 1,4 juta penerima bansos masuk dalam data yang terindikasi bermain judi online.

Namun, Kemensos tidak langsung mencoret seluruh penerima dari daftar bansos. Pemerintah terlebih dahulu memberikan kesempatan kepada mereka untuk menjelaskan kondisi sebenarnya.

Sebagian penerima bahkan sudah melakukan klarifikasi. Gus Ipul mengatakan mereka mengaku sudah berhenti bermain judi online sejak tahun lalu.

“Mereka sudah tidak main judi online lagi sejak tahun yang lalu, dan mereka berjanji untuk tidak melakukan judi online lagi,” ujar Gus Ipul.

Baca Juga :  Maria Ulfah Anshor Minta Kasus Kekerasan Seksual Tak Lagi Ditutup-tutupi

Aktivitas Judol Banyak Dilakukan Anggota Keluarga

Gus Ipul menjelaskan bahwa Kemensos menemukan aktivitas judi online tidak selalu dilakukan langsung oleh penerima manfaat.

Sebagian besar aktivitas tersebut justru melibatkan anggota keluarga penerima bansos. Mereka antara lain anak, cucu, suami atau istri, serta anggota keluarga lainnya.

Karena itu, Kemensos melakukan pendalaman sebelum mengambil keputusan terhadap status bantuan sosial.

Menurut Gus Ipul, proses verifikasi dan pemeriksaan memang membutuhkan waktu. Namun, langkah tersebut penting agar pemerintah tidak salah menentukan penerima bansos.

“Jadi ini hal yang penting, yang menjadi bagian ke depan agar bansos semakin tepat sasaran dengan data yang semakin akurat,” katanya.

Kemensos Perkuat Verifikasi Data Bansos

Selain memeriksa data dari PPATK, Kemensos juga melakukan pengecekan langsung atau ground check di lapangan.

Selanjutnya, Kemensos berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pilar sosial. Mereka juga memberikan edukasi kepada penerima manfaat mengenai penggunaan bansos.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Baru Mulai Beroperasi Akhir Agustus 2026, Pemerintah Siapkan 100 Unit

Pendamping sosial di daerah turut membantu proses tersebut. Kemensos mengingatkan penerima agar menggunakan bantuan untuk memenuhi kebutuhan pokok keluarga.

“Ini juga terus kami lakukan konsolidasi bersama para pendamping kami yang di daerah, untuk memberikan penyadaran kepada mereka agar apa yang menjadi hak mereka itu, sekali lagi dibelanjakan untuk kebutuhan-kebutuhan pokok mereka,” jelas Gus Ipul.

1.900 Pegawai Kemensos Juga Terindikasi Judol

Tidak hanya penerima bansos, Kemensos juga menerima data pegawai yang terindikasi melakukan aktivitas judi online.

Gus Ipul menyebut sekitar 1.900 pegawai Kemensos masuk dalam pendataan tersebut. Mereka berasal dari berbagai status kepegawaian, termasuk PNS dan PPPK.

“Kita juga menerima data pegawai-pegawai Kementerian Sosial yang terindikasi main judi online, apakah itu PNS atau P3K,” ujar Gus Ipul.

Kemensos akan menelusuri data tersebut sebelum mengambil tindakan. Jika terbukti melakukan pelanggaran, Gus Ipul memastikan pihaknya akan memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan
Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi
Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB
Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI
BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda
KPK Tolak Usulan Luhut Hapus Unsur Kerugian Negara dalam Kasus Korupsi
Prabowo Ancam Cabut Izin Perusahaan Pembakar Hutan, 32 Konsesi Kena Sanksi
Ahli UGM Ungkap Tanggung Jawab Pimpinan atas Penugasan Staf Khusus
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Indonesia, Qatar, Turki, dan Pakistan Teken Project Badr, Bidik Industri Pertahanan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Pemerintah Kucurkan Rp 1,235 Triliun untuk Atasi Karhutla di 7 Provinsi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Ferry Juliantono Tawarkan Kopdes Merah Putih Salurkan Gaji ASN, Ini Respons MenPAN-RB

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Bahlil Pertimbangkan Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga, Utamakan Kebutuhan RI

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:09 WIB

BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara, 75 SPPG Punya VA Ganda

Berita Terbaru

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri) di Oval Office, Gedung Putih, Washington DC, 4 Februari 2025..(AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS)

Internasional

AS-Israel Siapkan Serangan Baru ke Iran, Fasilitas Nuklir Jadi Target

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:09 WIB