Pertamina Tambah Armada Truk Tangki BBM, Distribusi 24 Jam Libatkan BKO TNI

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (kiri) dan Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati (kanan) saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (31/3/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (kiri) dan Anggota Komite BPH Migas Erika Retnowati (kanan) saat ditemui di Kantor BPH Migas, Jakarta, Selasa (31/3/2026). (KOMPAS.com/YOHANA ARTHA ULY)

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga mempercepat distribusi bahan bakar minyak (BBM) dengan menambah armada truk tangki di berbagai wilayah. Langkah ini bertujuan mengurangi antrean panjang di sejumlah SPBU sekaligus memastikan pasokan energi tetap tersedia bagi masyarakat.

Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), Wahyudi Anas, mengatakan Pertamina telah menyetujui penambahan armada distribusi. Selain itu, perusahaan juga mengoptimalkan jumlah pengemudi melalui Bantuan Kendali Operasi (BKO) dari TNI agar proses distribusi berjalan tanpa hambatan.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan distribusi BBM tetap berlangsung selama 24 jam sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak terganggu.

Pertamina Tambah Armada Distribusi BBM

Wahyudi menjelaskan Pertamina Patra Niaga, baik di tingkat pusat maupun regional, mulai menambah armada truk tangki untuk mempercepat pengiriman BBM ke SPBU.

Penambahan armada tersebut sekaligus memperkuat kapasitas distribusi di wilayah yang mengalami peningkatan kebutuhan maupun antrean kendaraan.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina 1 Oktober 2026 Tak Berubah, Cek Daftar Lengkap Tiap Wilayah

Selain itu, Pertamina juga mengoptimalkan jumlah pengemudi dengan dukungan personel BKO TNI agar seluruh armada dapat beroperasi secara maksimal.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap distribusi BBM tetap berjalan lancar di seluruh Indonesia.

Distribusi Berlangsung pada Dini Hari

Pemerintah juga mengubah pola distribusi agar truk tangki tidak terjebak kemacetan lalu lintas.

Karena itu, sebagian besar armada akan mengirim BBM pada dini hari ketika kondisi jalan lebih lengang.

Dengan pola tersebut, SPBU dapat menerima pasokan sebelum aktivitas masyarakat meningkat pada pagi hari.

Menurut Wahyudi, strategi itu membantu mempercepat pengisian stok sekaligus menjaga kelancaran distribusi di daerah yang memiliki mobilitas tinggi.

Pemerintah Prioritaskan Wilayah Padat Aktivitas

Wahyudi mengatakan pemerintah telah memetakan wilayah yang mengalami lonjakan konsumsi BBM maupun antrean panjang di SPBU.

Baca Juga :  Mulai 1 Oktober 2026, Seluruh SPBU di Indonesia Target Jual B50

Pemerintah kemudian mengarahkan tambahan armada ke daerah-daerah tersebut agar pasokan segera kembali normal.

Selain itu, BPH Migas bersama Pertamina terus memantau kebutuhan setiap wilayah sehingga distribusi dapat berlangsung sesuai kondisi lapangan.

Pemerintah berharap langkah tersebut mampu mengurangi antrean sekaligus menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Gangguan Distribusi Berawal dari Sopir Tangki

Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menjelaskan antrean panjang di sejumlah SPBU bukan terjadi karena kekurangan stok BBM.

Menurutnya, gangguan muncul setelah pemberhentian massal pengemudi mobil tangki sehingga distribusi dari terminal menuju SPBU melambat.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berkoordinasi dengan Pertamina, TNI, dan Polri guna menyiapkan pengemudi sementara.

Pemerintah berharap penambahan armada, dukungan personel BKO TNI, serta percepatan distribusi dapat mengembalikan pasokan BBM di SPBU sehingga masyarakat kembali memperoleh layanan secara normal. (aw*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru