Polri Ganti Tagline Presisi, Suyudi Ario Seto Usung “Polisi Bersama Masyarakat”

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.(YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), usai dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.(YouTube.com/Sekretariat Presiden)

Jakarta, APGtimes.com – Polri memiliki tagline baru setelah Jenderal Suyudi Ario Seto menjabat sebagai Kapolri. Tagline itu berbunyi “Polisi Bersama Masyarakat”.

Tagline tersebut menggantikan “Presisi” pada masa kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Perubahan ini menandai arah baru kepemimpinan Suyudi di tubuh Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Eddizon Isir menjelaskan makna tagline tersebut. Menurutnya, Suyudi ingin menempatkan masyarakat sebagai pusat tugas kepolisian.

“Polisi bersama masyarakat bukan sekadar tagline, tetapi semangat yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas. Polri hadir untuk mendengar, melayani, melindungi, memberikan kepastian hukum, serta bersama-sama masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar Isir, Senin (5/10/2026).

Isir menyebut tagline itu sejalan dengan arah transformasi Polri yang disampaikan Suyudi di DPR RI. Suyudi menyampaikan arah tersebut saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri.

Dalam agenda itu, Suyudi menekankan profesionalisme dan akuntabilitas. Ia juga menyoroti kualitas pelayanan serta kedekatan polisi dengan masyarakat.

Menurut Isir, seluruh anggota Polri harus membangun kedekatan dengan masyarakat. Ia juga meminta anggota menjadikan kritik publik sebagai bahan evaluasi.

Baca Juga :  TNI dan Polri Perketat Pengamanan Kantor BGN, Ada Apa?

“Karena itu, kedekatan dengan masyarakat harus menjadi bagian dari budaya kerja seluruh anggota Polri. Kritik dan masukan dari masyarakat juga harus dipandang sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki kualitas pelayanan dan pelaksanaan tugas,” kata Isir.

Suyudi Usung Polisi Bersama Masyarakat

Suyudi sebelumnya memperkenalkan “Polisi Bersama Masyarakat” saat menjalani uji kelayakan di DPR. Ia menyebut tema tersebut sebagai doktrin kepemimpinannya.

“Tema yang saya usung adalah Polisi Bersama Masyarakat, sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian,” ujar Suyudi.

Suyudi menyusun doktrin tersebut dalam lima rangkaian. Rangkaian itu mencakup situasi nasional, lingkungan strategis, serta capaian dan suara masyarakat.

Ia juga memasukkan arah transformasi Polri. Selain itu, Suyudi menyiapkan program 100 hari pertama dan agenda berkelanjutan hingga 2029.

Suyudi mengaitkan transformasi Polri dengan target Indonesia Emas 2045. Menurutnya, agenda tersebut membutuhkan penguatan supremasi hukum dan stabilitas.

Baca Juga :  Prabowo Ajukan Destry Damayanti Jadi Gubernur BI, Jadi Calon Tunggal

Polri juga memiliki peran dalam menjaga keamanan nasional. Institusi ini turut mendukung pembangunan sumber daya manusia dan ketahanan sosial.

“Polri tidak mengambil alih fungsi kementerian atau lembaga lain. Peran Polri adalah menjaga ruang aman bagi pembangunan, memberikan kepastian hukum, melindungi masyarakat, mencegah gangguan, dan menindak tindak pidana sesuai kewenangan,” kata Suyudi.

Kritik Publik Jadi Bahan Evaluasi

Suyudi mengakui Polri masih menghadapi kritik dan keluhan masyarakat. Ia menilai kritik berbasis fakta dapat membantu institusi memperbaiki kekurangan.

“Kritik yang berbasis fakta adalah sistem peringatan dini agar institusi mengetahui bagaimana yang harus segera diperbaiki,” ujar Suyudi.

Melalui tagline baru, Suyudi ingin mendekatkan Polri dengan masyarakat. Arah tersebut mencakup pelayanan, penegakan hukum, serta respons terhadap berbagai persoalan.

Polri juga akan mendorong anggota untuk mendengar kebutuhan masyarakat. Dengan pendekatan itu, polisi diharapkan dapat bekerja bersama masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPR Ingin Pemilik dan Pihak yang Untung dari Truk ODOL Ikut Ditindak, Bukan Sopir Saja
Prabowo Beri Subsidi Rp3 Juta untuk Haji 2027, Pelunasan Jemaah Turun Jadi Rp23,2 Juta
Threads Belum Laporkan Penonaktifan Akun Anak di Bawah 16 Tahun, Komdigi Minta Meta Bertindak
Prabowo Subsidi Biaya Haji 2027 Rp3 Juta, Jemaah Cukup Lunasi Rp23,2 Juta
Biaya Haji 2027 Jangan Bebani Jemaah, DPR Masih Dalami Skema 52:48
DPR Sahkan UU Satu Data Indonesia, 141 Pasal Atur Data Nasional hingga Keamanan Data
Mutasi TNI Terbaru 2026, Tri Budi Utomo Jadi Wakil KSAD dan Iwan Setiawan Pangkostrad
Prabowo Targetkan 70.000 Polisi Hutan, Jumlah Personel Bisa Naik Jadi 21.000 pada 2027
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 12:09 WIB

DPR Ingin Pemilik dan Pihak yang Untung dari Truk ODOL Ikut Ditindak, Bukan Sopir Saja

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Prabowo Beri Subsidi Rp3 Juta untuk Haji 2027, Pelunasan Jemaah Turun Jadi Rp23,2 Juta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Threads Belum Laporkan Penonaktifan Akun Anak di Bawah 16 Tahun, Komdigi Minta Meta Bertindak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Biaya Haji 2027 Jangan Bebani Jemaah, DPR Masih Dalami Skema 52:48

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:09 WIB

DPR Sahkan UU Satu Data Indonesia, 141 Pasal Atur Data Nasional hingga Keamanan Data

Berita Terbaru