Prabowo Siapkan Ambulans Udara dan Dokter Terbang, Bisa Jemput Pasien di Daerah Terpencil

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/sgd/kye(FAUZAN)

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI Tahun 2026 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026). ANTARA FOTO/Fauzan/sgd/kye(FAUZAN)

Jakarta, APGtimes.com – Presiden Prabowo Subianto menyiapkan ambulans udara untuk membantu masyarakat di daerah yang sulit menjangkau fasilitas kesehatan. Pemerintah akan menggunakan helikopter dan pesawat kecil agar layanan evakuasi medis dapat menjangkau wilayah terpencil.

Prabowo menyampaikan rencana tersebut dalam Sidang Paripurna DPR RI dengan agenda Penyampaian RAPBN 2027 dan Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, ambulans udara akan menggunakan pesawat yang mampu mendarat di lokasi tanpa landasan khusus. Pesawat tersebut dapat mendarat di lapangan rumput, lapangan pasir, hingga kawasan sekitar sungai.

“Untuk itu kita juga akan membuat ambulans udara dengan helikopter dengan pesawat-pesawat kecil yang bisa mendarat di lapangan-lapangan rumput, di lapangan-lapangan pasir, bisa mendarat di pinggir sungai,” ujar Prabowo.

Pemerintah Siapkan Tim Dokter Terbang

Selain ambulans udara, pemerintah juga menyiapkan tim dokter terbang. Tim tersebut nantinya dapat mendatangi masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Baca Juga :  DPR Dukung Prabowo Jual KRI Ki Hajar Dewantara, Negara Pembeli Masih Rahasia

Prabowo mengatakan dokter terbang dapat membantu pasien di lokasi yang sulit mendapatkan akses layanan kesehatan. Tim itu juga dapat bergerak ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat atau bencana.

“Untuk itu kita harus mencari terobosan inovatif, salah satu jalan adalah ambulans udara, bahkan nanti juga tim dokter terbang,” kata Prabowo.

Ia menambahkan pemerintah perlu mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Menurutnya, warga tidak seharusnya menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” tegasnya.

Prabowo Soroti Ibu Melahirkan Tempuh Perjalanan 9 Jam

Prabowo mengungkapkan masih ada masyarakat yang menghadapi persoalan akses kesehatan akibat kondisi geografis dan infrastruktur yang terbatas.

Baca Juga :  Prabowo mulai gerah, Tutup Dapur MBG Bermasalah

Ia menerima laporan mengenai sejumlah ibu yang harus menempuh perjalanan hingga tujuh sampai sembilan jam ketika hendak melahirkan. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko keselamatan ibu dan bayi.

“Saya mendapat laporan banyak ibu-ibu yang meninggal karena harus menempuh jalan 7 jam sampai 9 jam pada saat melahirkan,” ujar Prabowo.

Menurutnya, kondisi jalan dan jembatan yang buruk menjadi salah satu penyebab lamanya perjalanan menuju fasilitas kesehatan. Bahkan, persoalan tersebut masih terjadi di sejumlah wilayah yang secara geografis tidak terlalu jauh dari pusat pemerintahan.

“Pada saat sudah waktu mau pecah, harus 9 jam karena tidak ada jalan yang baik, karena jembatan tidak bagus,” katanya.

Melalui ambulans udara dan dokter terbang, pemerintah ingin mempercepat penanganan masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis. Prabowo menegaskan negara harus hadir untuk memastikan masyarakat di daerah terpencil tetap memperoleh pelayanan kesehatan. (yz*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT
Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen
Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara
Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu
MK Tolak Uji Materi KUHAP dan Anggaran MBG 2026
Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan
Mendes Yandri Usul Desa Ikut Dapat Jatah Tanah Reforma Agraria, Ini Alasannya
Sahroni Pastikan RUU Perampasan Aset Disahkan 15 Desember, Tapi Ada Catatannya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 23:09 WIB

Menkes Ajukan Rp1,39 Triliun untuk Perbaiki RS dan Puskesmas Rusak akibat Gempa NTT

Senin, 7 September 2026 - 22:09 WIB

Mendagri Sentil Pemda Lambat Salurkan Bantuan Gempa NTT, Ada yang Baru 1 Persen

Senin, 7 September 2026 - 20:09 WIB

Gugatan Perpanjangan Masa Jabatan Kapolri Dicabut, MK Tutup Perkara

Senin, 7 September 2026 - 19:09 WIB

Dana Desa untuk Bayar Utang Kopdes, Yandri Pastikan Pembangunan Desa Tak Terganggu

Senin, 7 September 2026 - 17:09 WIB

Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 116 Sengaja Bakar Hutan dan Lahan

Berita Terbaru