Jakarta, APGtimes.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah mulai mengoptimalkan pengelolaan kas negara sebagai strategi baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Pemerintah tidak lagi hanya mengandalkan belanja negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga memanfaatkan pengelolaan likuiditas secara lebih aktif.
Purbaya menilai belanja pemerintah hanya memberikan kontribusi sekitar 7 hingga 10 persen terhadap aktivitas ekonomi nasional. Karena itu, pemerintah berupaya menggerakkan sektor ekonomi yang lebih luas melalui kebijakan pengelolaan kas negara.
Pemerintah Salurkan Dana ke Perbankan
Purbaya menjelaskan pemerintah telah menempatkan sekitar Rp400 triliun dana kas negara ke perbankan nasional.
Menurutnya, langkah tersebut bertujuan memperkuat likuiditas perbankan sehingga bank memiliki ruang yang lebih besar untuk menyalurkan kredit kepada masyarakat dan dunia usaha.
Ia mengatakan pemerintah mengambil kebijakan itu ketika aktivitas ekonomi mengalami perlambatan pada Mei dan Juni 2026.
Likuiditas Bank Diharapkan Meningkat
Purbaya menilai tambahan dana tersebut akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan. Selanjutnya, bank dapat meningkatkan penyaluran pembiayaan ke berbagai sektor produktif.
Ia berharap peningkatan kredit mampu mendorong aktivitas usaha, memperluas investasi, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain itu, kebijakan tersebut juga membantu meningkatkan jumlah uang primer atau base money di dalam sistem keuangan.
Pemerintah Siapkan Strategi Fiskal Baru
Purbaya menegaskan pemerintah akan terus mengembangkan kebijakan fiskal yang lebih adaptif.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya mengandalkan belanja negara untuk menggerakkan perekonomian. Sebaliknya, pemerintah juga akan memanfaatkan pengelolaan kas negara sebagai instrumen untuk menjaga likuiditas dan memperkuat sistem keuangan.
Ia optimistis strategi tersebut mampu memberikan dampak yang lebih besar terhadap perekonomian nasional sekaligus memperkuat fungsi intermediasi perbankan.
Pemerintah berharap kebijakan pengelolaan kas yang lebih optimal dapat mempercepat penyaluran kredit ke sektor riil sehingga pertumbuhan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah berbagai tantangan global. (ys*)









