DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam agenda Rapat Kerja Kementerian Haji di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Rabu (8/7/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak dalam agenda Rapat Kerja Kementerian Haji di Asrama Haji Jakarta, Pondok Gede, Rabu (8/7/2026).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Jakarta, APGtimes.com – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang mendesak Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Irfan Yusuf terbang langsung ke Arab Saudi untuk menyelesaikan persoalan pemblokiran uang muka atau down payment (DP) Haji 2027 milik Indonesia.

Marwan menilai pemerintah tidak cukup hanya mengirim nota diplomatik kepada Kementerian Haji Arab Saudi. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan dialog langsung agar pemblokiran dana tersebut segera berakhir.

“Mereka sudah membuat surat protes ke pihak Kementerian Haji Saudi. Surat itu copy-annya sudah diserahkan ke Komisi VIII, kita sudah lihat protesnya. Tetapi tidak cukup surat,” kata Marwan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Marwan meminta Menhaj segera bertemu langsung dengan pihak Arab Saudi untuk membahas persoalan tersebut. Ia menilai pemerintah harus mengambil langkah tegas karena dana Indonesia sudah masuk ke sistem keuangan Arab Saudi.

“Tidak cukup surat, bloknya ini yang harus dibuka. Jadi kita berharap mereka pergi ke sana. Tidak bisa lewat surat saja, harus ada dialog di sana,” ujarnya.

Baca Juga :  DPR Setujui Anggaran Kemenimipas Rp 25,3 Triliun, Ini Fokus Utamanya

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir

Pemerintah Arab Saudi memblokir uang muka Haji 2027 milik Indonesia sebesar 14 juta riyal atau sekitar Rp66,6 miliar.

Pemblokiran tersebut berkaitan dengan persoalan asuransi dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Pemerintah Indonesia sebelumnya telah membayarkan uang muka tersebut untuk kebutuhan penyelenggaraan Haji 2027.

Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan pemerintah Indonesia masih meminta penjelasan dan data lengkap dari pihak Arab Saudi terkait alasan pemblokiran.

Menurut Dahnil, Arab Saudi mengirimkan pemberitahuan mengenai dugaan pelanggaran asuransi dan menyatakan akan memblokir dana sekitar 14 juta riyal.

“Kami ingin data lengkapnya dulu. Kenapa? Karena kan ini belum verifikasi,” ujar Dahnil dalam rapat bersama Komisi VIII DPR di Gedung DPR, Rabu (19/8/2026).

Baca Juga :  Kemenhaj Gerak Cepat Amankan Layanan Haji 2027, DPR Setujui Uang Muka Rp4 Triliun

DPR Siap Terbang ke Arab Saudi

Marwan menilai pemerintah harus segera menyelesaikan persoalan tersebut. Ia bahkan menyatakan DPR siap datang langsung ke Arab Saudi jika pemerintah tidak mengambil langkah yang dianggap cukup.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengatakan DPR dapat menggantikan pemerintah untuk menyampaikan protes secara langsung kepada pihak Arab Saudi.

Marwan juga menilai pemblokiran dana tanpa proses verifikasi yang jelas perlu mendapat perhatian serius. Ia meminta pemerintah memastikan setiap persoalan terkait penyelenggaraan haji diselesaikan melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Kalau pemerintah tidak berani terbang ke Arab untuk melayangkan protes, maka DPR siap menggantikan Kementerian Haji dan Umrah,” tegasnya.

Persoalan ini kini menjadi perhatian Komisi VIII DPR karena menyangkut dana penyelenggaraan Haji 2027. Pemerintah diharapkan segera membuka komunikasi langsung dengan Arab Saudi agar status dana tersebut mendapat kepastian. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan
Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi
Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus
KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan
Tito Minta Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Dipercepat, Jalan Jadi Prioritas
Uang Umrah Capai Rp90 Triliun per Tahun, Pemerintah Soroti Penipuan Travel
FSGI Soroti 140.000 Guru Honorer, Tak Mau Larut dalam Euforia PPPK 2027
Purbaya Siapkan Rp31 Triliun, PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi Penuh Waktu pada 2027
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Kapolri Kantongi Sejumlah Nama Terduga Pelaku Karhutla Kalimantan

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 83 Orang, 110.785 Warga Mengungsi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:09 WIB

DP Haji 2027 Rp66,6 Miliar Diblokir Arab Saudi, DPR Desak Menhaj Turun Langsung

Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Guru PPPK 3T Diminta Jadi Prioritas PNS, NTT Dapat Perhatian Khusus

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:09 WIB

KPK Tambah 3 Mobil Tahanan Baru, Toyota Hilux Rangga Jadi Pilihan

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB