BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 23:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Jakarta, APGtimes.com – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) atau BSI mencatat laba bersih Rp 4,15 triliun pada kuartal II 2026. Angka tersebut tumbuh 11,08 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,74 triliun.

Direktur Finance & Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan pertumbuhan laba salah satunya berasal dari peningkatan pendapatan berbasis komisi atau fee based income.

BSI mencatat fee based income sebesar Rp 4,06 triliun pada kuartal II 2026. Angka tersebut tumbuh 38,16 persen secara tahunan.

“Kita mampu membukukan laba Rp 4,15 triliun yang tumbuh 11 persen dan menariknya kalau kita lihat lebih detail itu driver utamanya salah satunya adalah fee based income kita yang meningkat hampir lebih daripada 38 persen,” kata Ade dalam paparan kinerja kuartal II 2026 di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Baca Juga :  IHSG Melemah, Purbaya Minta Investor Tak Panik dan Tetap Optimistis

Pertumbuhan tersebut membuat rasio fee based income BSI mencapai 22,54 persen pada Juni 2026. Ade menilai pencapaian itu penting di tengah persaingan likuiditas perbankan yang semakin ketat.

Aset BSI Tumbuh 15,96 Persen

Dari sisi aset, BSI mencatat pertumbuhan 15,96 persen menjadi Rp 464 triliun. Pertumbuhan tersebut mendapat dukungan dari dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 393 triliun atau tumbuh 21,81 persen secara tahunan.

Dana tabungan BSI juga meningkat 22,32 persen menjadi Rp 173 triliun.

Sementara itu, bisnis emas menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan paling tinggi. Nilai bisnis emas BSI mencapai Rp 30,5 triliun atau tumbuh 80,52 persen secara tahunan.

Baca Juga :  Kemenkeu Siapkan Strategi Utang 2027, SBN Domestik Jadi Prioritas

Tabungan haji juga mencatat pertumbuhan positif. Nilainya mencapai Rp 16,7 triliun atau tumbuh 17,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pembiayaan BSI Capai Rp 340 Triliun

Pada sisi intermediasi, total pembiayaan BSI tumbuh 15,98 persen menjadi Rp 340 triliun. BSI tetap menjaga kualitas aset di tengah pertumbuhan pembiayaan tersebut.

Rasio non-performing financing (NPF) gross tercatat 1,8 persen, sedangkan NPF net berada di level 0,33 persen.

BSI juga mencatat perbaikan cost of credit menjadi 0,62 persen. Dari sisi efisiensi, cost of fund turun 49 basis poin menjadi 2,19 persen.

Kinerja tersebut menunjukkan penguatan bisnis BSI pada semester pertama 2026, terutama melalui peningkatan fee based income, pertumbuhan pembiayaan, serta ekspansi bisnis emas. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Asing Jual Bersih Rp204,3 Miliar di Sesi I, GOTO Paling Banyak Dilepas
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara

Berita Terbaru