Rupiah Menguat ke Rp17.873 per Dolar AS, Jadi Salah Satu Mata Uang Terkuat di Asia

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Petugas menunjukkan pecahan mata uang dolar Amerika Serikat dan mata uang Rupiah di Kantor Cabang BNI Pasar Baru, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Foto: Muhammad Adimaja/ANTARA FOTO

Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Penguatan tersebut terjadi ketika sebagian besar mata uang Asia justru melemah terhadap dolar AS.

Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di level Rp17.873 per dolar AS. Posisi tersebut naik 0,27 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.922 per dolar AS.

Rupiah Masuk Jajaran Mata Uang Terkuat di Asia

Ringgit Malaysia memimpin penguatan mata uang Asia setelah mencatat kenaikan 0,44 persen.

Selanjutnya, rupiah menguat 0,27 persen, sedangkan peso Filipina naik 0,05 persen.

Baca Juga :  Investor Asing Kabur Rp3,13 Triliun, IHSG Justru Bertahan Menguat

Di sisi lain, won Korea Selatan turun 0,52 persen. Baht Thailand melemah 0,11 persen, sedangkan dolar Taiwan dan yuan China masing-masing terkoreksi 0,05 persen.

Selain itu, dolar Singapura turun 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,01 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,006 persen.

Indeks Dolar AS Bertahan

Indeks dolar AS bertahan di level 101,35.

Instrumen tersebut mengukur pergerakan dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama dunia.

Hingga awal pekan ini, nilainya masih sama dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

IHSG Bergerak di Zona Merah

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 14,819 poin atau 0,25 persen sehingga berada di level 5.881,315.

Baca Juga :  Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal

Pada awal perdagangan, pelaku pasar sempat mendorong IHSG hingga menyentuh level 5.942,772.

Namun, tekanan jual membuat indeks berbalik melemah sebelum akhirnya memangkas sebagian penurunannya.

Aktivitas Perdagangan Saham

Pelaku pasar mendorong 219 saham ke zona hijau pada awal perdagangan.

Sementara itu, 316 saham bergerak di zona merah.

Adapun 188 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Volume transaksi mencapai 2,909 miliar saham dengan nilai Rp1,647 triliun dari 250.226 kali transaksi. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:09 WIB

Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Berita Terbaru