Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah menguat saat membuka perdagangan Selasa (6/10/2026). Rupiah bergerak ke level Rp17.908 per dollar Amerika Serikat (AS).
Data Bloomberg menunjukkan rupiah menguat 9 poin atau sekitar 0,05 persen dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.917 per dollar AS.
Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama. Pada sekitar pukul 09.37 WIB, rupiah kembali bergerak ke level Rp17.917 per dollar AS.
Dollar AS Mengalami Koreksi
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan pergerakan rupiah mendapat dorongan dari koreksi dollar AS.
Koreksi tersebut terjadi setelah sejumlah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan.
Salah satunya terlihat dari ISM Services Index. Indeks aktivitas sektor jasa AS turun menjadi 54,9 poin dari sebelumnya 55,4 poin.
Angka tersebut juga berada sedikit di bawah proyeksi pasar sebesar 55,0 poin.
“Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS yang terkoreksi setelah data ISM Service AS yang lebih lemah,” kata Lukman kepada Kompas.com, Selasa.
Imbal Hasil Obligasi AS Jadi Tekanan
Meski dollar AS melemah, Lukman melihat ruang penguatan rupiah masih terbatas.
Salah satu faktor penekan datang dari tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury.
Imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik 3 basis poin menjadi 5,307 persen. Angka tersebut sempat melonjak 7 basis poin ke level 5,349 persen.
Level tersebut menjadi yang tertinggi sejak 3 April 2002.
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS tenor 30 tahun naik sekitar 3 basis poin menjadi 5,661 persen.
Imbal hasil tenor tersebut juga sempat mencapai 5,703 persen. Level itu menjadi yang tertinggi sejak Mei 2002.
Investor Menunggu Data Ekonomi Indonesia
Pelaku pasar juga masih mengambil sikap wait and see menjelang rilis sejumlah data ekonomi domestik pekan ini.
Beberapa data yang menjadi perhatian investor antara lain posisi cadangan devisa, tingkat kepercayaan konsumen, dan penjualan ritel.
Investor akan mencermati data tersebut untuk melihat kondisi ekonomi Indonesia dan arah pergerakan rupiah selanjutnya.
“Investor juga masih wait and see menantikan rilis data ekonomi domestik pekan ini yang di antaranya cadev, kepercayaan konsumen dan penjualan ritel,” ujar Lukman.
Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak dalam rentang Rp17.850 hingga Rp17.950 per dollar AS pada perdagangan Selasa. (aw*)









