Yupi Bahabol Ditangkap di Bandara Dekai, Polisi Temukan Amunisi dan Senjata

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota KKB Kodap XVI Yahukimo saat diamankan ke Mapolres Yahukimo. (KOMPAS.com/Doc. Humas Damai Cartenz. )

Anggota KKB Kodap XVI Yahukimo saat diamankan ke Mapolres Yahukimo. (KOMPAS.com/Doc. Humas Damai Cartenz. )

Jayapura, APGtimes.com — Satgas Operasi Damai Cartenz menangkap Wakil Komandan KKB Kodap XVI Yahukimo berinisial Yupi Bahabol (YB) di Bandara Nop Goliat Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Senin (18/05) sore.

Setelah menangkap YB, petugas langsung mengembangkan kasus tersebut. Polisi kemudian menggeledah sebuah rumah di kawasan Kali Merah, Kota Dekai, Selasa (19/05).

Polisi Temukan Amunisi dan Senjata

Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Andria mengatakan petugas menemukan banyak barang bukti di lokasi penggeledahan.

Petugas menemukan amunisi berbagai kaliber, selongsong peluru, senjata tajam, senapan angin, dan komponen senjata rakitan.

Baca Juga :  63 Ribu Jemaah Haji Sudah Pulang ke Indonesia, Kemenhaj Sampaikan Kabar Terbaru

“Petugas menemukan amunisi kaliber 5,56 milimeter, 9 milimeter, dan 38 milimeter,” kata Andria, Rabu (20/05).

Selain itu, polisi juga mengamankan seorang pria berinisial RK (27). Polisi menduga RK merupakan anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Yahukimo.

Polisi Dalami Dugaan Jaringan KKB

Menurut Andria, penyidik menduga kelompok bersenjata menitipkan amunisi tersebut untuk mendukung aksi gangguan keamanan di Yahukimo.

Di sisi lain, polisi juga menduga Yupi Bahabol dan kelompoknya terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan di wilayah tersebut.

Bahkan, kelompok itu diduga membuat video pernyataan sikap setelah penembakan kendaraan sipil di jalan masuk Gereja Katolik Yahukimo pada April 2026.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Pastikan Tidak Ada PHK Massal Guru Non-ASN pada 2027

Yupi Bahabol Terancam 15 Tahun Penjara

Polisi menjerat Yupi Bahabol dengan pasal kepemilikan amunisi dan senjata tanpa izin.

Penyidik menerapkan Pasal 306 dan Pasal 307 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Karena itu, Yupi Bahabol terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Saat ini, Satgas Operasi Damai Cartenz masih memeriksa Yupi Bahabol dan RK. Polisi juga terus mendalami kemungkinan keterlibatan jaringan kelompok bersenjata lain di Kabupaten Yahukimo. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship
Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif
Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar
Prabowo Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Pesan Tegas untuk Aparatur Baru
Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:09 WIB

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:09 WIB

Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:09 WIB

Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Berita Terbaru

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.(AFP/FREDERIC J BROWN)

Internasional

FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia? UEFA Langsung Bereaksi Keras

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:09 WIB