Tol Jambi-Rengat Mulai Dibangun 2027, Lahan yang Bebas Baru 9 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kontruksi jalan tol Trans Sumatera arah Jambi.

Kontruksi jalan tol Trans Sumatera arah Jambi.

Jambi, APGtimes.com – Pemerintah Provinsi Jambi bersama sejumlah instansi lintas sektor terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Jambi–Rengat Fase I.

Ruas tol sepanjang 67,45 kilometer itu akan melintasi tiga kabupaten, yakni Muaro Jambi, Batang Hari, dan Tanjung Jabung Barat.

Pemerintah menargetkan pembangunan fisik mulai berjalan pada Januari 2027. Namun, hingga pertengahan Agustus 2026, pembebasan lahan baru mencapai 9 persen.

Lahan yang sudah dibebaskan mencakup sembilan desa. Rinciannya, dua desa berada di Kabupaten Batang Hari, enam desa di Kabupaten Muaro Jambi, dan satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pemprov Jambi Kejar Pembebasan Lahan

Gubernur Jambi Al Haris memimpin Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan JTTS Jambi–Rengat Fase I di Aula Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Provinsi Jambi.

Dalam rapat tersebut, Al Haris menegaskan Pemprov Jambi akan mempercepat pembebasan sisa 91 persen lahan. Pemerintah menargetkan seluruh proses selesai pada Desember 2026.

Baca Juga :  Bukan Register 45, Tapir Kini Terlihat di Perkebunan Sawit Mesuji dan Langsung Ditangani BKSDA

“Penetapan lokasi ditargetkan harus rampung paling lambat 5 September 2026, disusul penyelesaian pembebasan lahan secara menyeluruh pada bulan Desember,” kata Al Haris.

Menurutnya, seluruh lahan yang masuk jalur tol harus mencapai status clear and clean sebelum proyek memasuki tahap konstruksi.

Penlok dan Pendataan Lahan Diperbarui

Untuk mempercepat proses tersebut, Pemprov Jambi menyiapkan revisi Penetapan Lokasi (Penlok). Pemerintah juga melakukan pendataan ulang terhadap tanah warga dan fasilitas umum yang terdampak pembangunan.

Al Haris mengatakan sejumlah fasilitas umum, termasuk sekolah dan bangunan lainnya, masuk dalam pendataan. Pemprov Jambi akan menyiapkan proses ganti rugi bagi masyarakat yang lahannya terdampak.

“Dana sudah siap untuk dibayarkan ke masyarakat, kami cepat prosesnya,” ujar Al Haris.

Pemerintah berharap proses pendataan dan pembayaran ganti rugi dapat berjalan cepat. Langkah tersebut penting agar pembangunan fisik tol dapat dimulai sesuai target pada awal 2027.

Baca Juga :  Saling Tantang di Medsos Berujung Maut, Pelajar SMP di Jambi Tewas Usai Duel

Tol Jambi-Rengat Punya Dua Simpang Susun

Secara teknis, Tol Jambi–Rengat Fase I akan membentang dari kawasan Simpang Ness hingga Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Ruas tersebut akan memiliki dua simpang susun utama, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung.

Pembangunan fisik nantinya terbagi menjadi empat paket pekerjaan. Keempatnya terdiri dari Paket 1A, Paket 1B, Paket 2A, dan Paket 2B.

Salah satu pekerjaan penting dalam proyek ini mencakup pembangunan Jembatan Batang Hari. Struktur tersebut menjadi salah satu bagian utama dalam pembangunan Tol Jambi–Rengat Fase I.

Dengan percepatan pembebasan lahan, Pemprov Jambi berharap proyek strategis tersebut dapat memasuki tahap konstruksi sesuai jadwal dan memperkuat konektivitas antardaerah di Provinsi Jambi. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan
Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat
Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh
Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober
Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah
Polda Kepri Bongkar Penyelundupan 3 Mesin Pesawat Bekas dari Singapura Senilai Rp30 Miliar
Kapolda Jambi Berganti, Irjen Widodo Gantikan Krisno H Siregar
Gedung PUPR Solok yang Diterjang Banjir Bandang Akan Jadi Monumen Bencana
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Walhi Ungkap 22.690 Hotspot Karhutla Sumsel Berada di Konsesi Perusahaan

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Orangutan Terekam Berjalan Sendirian di Lahan Bekas Karhutla Kotawaringin Barat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Feri Ariasandi Hadiri Puncak Kejurkot Wali Kota Cup PBSI Sungai Penuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Pemkab Solok Perpanjang Tanggap Darurat Banjir Arosuka hingga 12 Oktober

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Bupati Siak Menangis Lihat Guru Tinggal di Rumah Reot, Siswa Tempuh 2 Jam ke Sekolah

Berita Terbaru