Jakarta, APGtimes.com – Sebanyak 33.785 peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) merampungkan pendidikan dan pelatihan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Mereka kini siap menjalankan tugas di berbagai daerah.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo memimpin upacara penutupan program di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (31/7/2026).
Tri Budi secara resmi mengakhiri program SPPI yang berlangsung sejak 17 Juni hingga 31 Juli 2026.
Pemerintah semula menargetkan 35.476 peserta mengikuti program tersebut. Target itu mencakup 30.000 calon manajer KDKMP dan 5.476 calon manajer KNMP.
Sebanyak 33.785 peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan. Sementara itu, 1.691 peserta tidak menyelesaikan program.
Panitia mencatat seluruh peserta yang mengikuti pelatihan berhasil lulus. Jumlah itu meliputi 28.626 calon manajer KDKMP dan 5.159 calon manajer KNMP.
Selama program berlangsung, peserta mengikuti pelatihan bela negara pada 17 Juni hingga 16 Juli 2026. Selanjutnya, mereka mempelajari materi manajerial mulai 17 hingga 31 Juli 2026.
Instruktur melatih peserta dalam kepemimpinan, tata kelola kelembagaan, penguatan sumber daya manusia, dan pengelolaan koperasi. Selain itu, para pelatih juga menanamkan disiplin, integritas, kepemimpinan, serta semangat bela negara.
Tri Budi meminta seluruh lulusan menjaga integritas, disiplin, loyalitas, dan tanggung jawab saat menjalankan tugas. Menurutnya, kualitas manajer akan menentukan keberhasilan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih.
Karena itu, para lulusan harus bekerja secara profesional, memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat. Dengan bekal tersebut, mereka dapat mempercepat pelaksanaan program nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (ys*)









