Status Manajer Koperasi Merah Putih: Zulhas Tegaskan Hanya Pegawai BUMN Sementara 2 Tahun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Ft:Ist)

Menteri Koordinator bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Ft:Ist)

Jakarta, APGtimes.comMenteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan status para manajer Koperasi Merah Putih yang direkrut pemerintah hanya bersifat sementara. Pemerintah menempatkan mereka sebagai pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama masa pembinaan.

Zulhas menjelaskan pemerintah menetapkan masa tugas selama dua tahun di lingkungan BUMN. Setelah periode itu selesai, para manajer akan kembali bertugas sebagai petugas koperasi di bawah Kementerian Koperasi.

“Iya, sementara 2 tahun jadi pegawai BUMN. Setelah dua tahun, mereka kembali menjadi petugas koperasi,” ujar Zulhas dalam konferensi pers di kantornya, Senin (4/5).

Baca Juga :  WNA Jadi Dirut PT DSI, Langkah Prabowo Putus Mafia Ekspor SDA Picu Pro Kontra

Selama masa penugasan tersebut, pemerintah menempatkan mereka di PT Agrinas Pangan Nusantara. Pemerintah menjalankan skema ini sebagai tahap pelatihan, pembinaan, dan penguatan kapasitas manajerial.

Zulhas menegaskan tujuan program ini untuk membentuk pengelola koperasi yang lebih profesional sebelum kembali ke sistem koperasi.

“Selama dua tahun mereka bekerja di Agrinas Pangan Nusantara, lalu kembali menjadi petugas koperasi,” tambahnya.

Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Tedi Bharata juga membenarkan skema tersebut. Ia menegaskan pemerintah akan menilai kinerja para manajer selama masa penugasan.

Tedi menekankan evaluasi kinerja menjadi faktor penting dalam proses pembinaan.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp 17.600, DPR Minta BI Naikkan Suku Bunga Acuan

“Semua berbasis kinerja. Selama dua tahun, pemerintah akan menilai hasil kerja mereka,” ujarnya.

Tedi juga menegaskan pemerintah tidak hanya mencari tenaga kerja, tetapi juga individu dengan kemampuan kewirausahaan. Ia menilai kemampuan tersebut penting agar para manajer mampu mengembangkan koperasi secara mandiri setelah masa penugasan selesai.

“Kami mencari SDM dengan jiwa entrepreneur yang kuat. Mereka akan dididik terlebih dahulu sebelum kembali mengelola koperasi,” katanya.

Dengan skema ini, pemerintah berharap Koperasi Merah Putih tumbuh lebih profesional, mandiri, dan berdaya saing tinggi di masa depan. (ap*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dollar AS, IHSG Naik 0,88 Persen
Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah, Menkeu Siapkan Solusi untuk Pedagang Tempe
MinyaKita Mendadak Sulit Dicari di Jambi, Warga Terpaksa Beralih ke Minyak Curah
Harga Emas Jambi Hari Ini 8 Juni 2026: Perhiasan Rp8,65 Juta per Mayam, Antam Naik ke Rp2,743 Juta
Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dollar AS, BI dan Pemerintah Perkuat Stabilitas
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, INDEF Ingatkan Risiko Defisit APBN
Harga Emas Jambi Hari Ini Tembus Rp17,3 Juta per Suku, Emas Antam Naik ke Rp2,77 Juta per Gram
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar AS, Ketua Banggar DPR Sebut Sudah Terlalu Murah
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:09 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dollar AS, IHSG Naik 0,88 Persen

Senin, 8 Juni 2026 - 18:09 WIB

Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah, Menkeu Siapkan Solusi untuk Pedagang Tempe

Senin, 8 Juni 2026 - 15:09 WIB

MinyaKita Mendadak Sulit Dicari di Jambi, Warga Terpaksa Beralih ke Minyak Curah

Senin, 8 Juni 2026 - 10:09 WIB

Harga Emas Jambi Hari Ini 8 Juni 2026: Perhiasan Rp8,65 Juta per Mayam, Antam Naik ke Rp2,743 Juta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:09 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dollar AS, BI dan Pemerintah Perkuat Stabilitas

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB