Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sertifikat tanah.(Dok. Kementerian ATR/BPN)

Ilustrasi sertifikat tanah.(Dok. Kementerian ATR/BPN)

Jakarta, APGtimes.com — Banyak pemilik tanah masih mengira sertifikat tanah memiliki masa berlaku sehingga harus diganti secara berkala. Padahal, sertifikat tanah tidak memiliki batas waktu kedaluwarsa selama data dan kondisi dokumen masih sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Meski demikian, terdapat sejumlah kondisi yang mengharuskan pemilik tanah mengganti atau memperbarui sertifikat. Langkah tersebut penting untuk menjaga keabsahan data pertanahan sekaligus menghindari persoalan hukum dan administrasi di kemudian hari.

Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Perlindungan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Asnaedi, menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengganti sertifikat lama yang masih dalam kondisi baik dan datanya masih sesuai.

Menurutnya, pemilik tanah hanya perlu mengurus sertifikat pengganti ketika terjadi perubahan tertentu yang diatur dalam ketentuan pertanahan.

Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah memberikan hak kepada pemegang hak atas tanah untuk mengajukan sertifikat pengganti dalam kondisi tertentu.

Sertifikat Tanah Hilang

Pemilik tanah wajib segera mengurus sertifikat pengganti ketika kehilangan dokumen asli. Selain melindungi hak kepemilikan, langkah tersebut juga mencegah penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Baca Juga :  DPR Usul MBG Cukup 3 Kali Seminggu, Porsi Makanan Bisa Naik Jadi Rp20.000

Pemilik perlu melampirkan surat keterangan kehilangan dari kepolisian serta dokumen pendukung lainnya saat mengajukan permohonan ke Kantor Pertanahan.

Sertifikat Mengalami Kerusakan

Kerusakan fisik pada sertifikat menjadi alasan sah untuk mengajukan penggantian dokumen.

Sertifikat yang sobek, terbakar, terendam banjir, rusak karena usia, atau memiliki tulisan yang tidak lagi terbaca dapat menghambat berbagai proses administrasi pertanahan.

Kantor Pertanahan dapat menerbitkan sertifikat baru setelah melakukan pemeriksaan terhadap dokumen yang rusak.

Terjadi Perubahan Nama Pemegang Hak

Pemilik wajib memperbarui sertifikat ketika terjadi perubahan kepemilikan akibat jual beli, hibah, warisan, atau putusan pengadilan.

Melalui proses balik nama, Kantor Pertanahan akan mencatat identitas pemilik baru sehingga data kepemilikan tetap sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Tanah Dipecah Menjadi Beberapa Bidang

Pemecahan bidang tanah juga mengharuskan pemilik mengganti sertifikat lama.

Kondisi ini biasanya terjadi saat pembagian warisan atau penjualan sebagian lahan kepada pihak lain.

Setelah proses pemecahan selesai, Kantor Pertanahan akan menerbitkan sertifikat baru untuk masing-masing bidang tanah yang terbentuk.

Beberapa Bidang Tanah Digabung Menjadi Satu

Selain pemecahan, penggabungan beberapa bidang tanah menjadi satu kesatuan juga memerlukan pembaruan sertifikat.

Baca Juga :  Urus Sertifikat Tanah Kini Bisa Antre dari HP, Tak Perlu Datang Pagi ke Kantor BPN

Proses ini bertujuan menyesuaikan data luas tanah, batas wilayah, dan informasi pertanahan lainnya agar sesuai dengan kondisi terbaru di lapangan.

Terjadi Perubahan Status Hak Atas Tanah

Pemilik perlu mengurus sertifikat baru ketika status hak atas tanah berubah.

Contohnya perubahan Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Hak Milik (HM), Hak Pakai menjadi Hak Milik, atau bentuk perubahan hak lainnya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Setelah proses perubahan status selesai, Kantor Pertanahan akan menerbitkan sertifikat baru sesuai jenis hak yang berlaku.

Beralih ke Sertifikat Elektronik

Kementerian ATR/BPN saat ini terus mempercepat digitalisasi layanan pertanahan melalui penerapan Sertifikat Elektronik.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, menegaskan bahwa transformasi digital bertujuan meningkatkan keamanan dokumen sekaligus mengurangi risiko kehilangan dan pemalsuan sertifikat.

Melalui sistem digital, pemerintah menyimpan data pertanahan secara elektronik sehingga pemilik dapat mengakses informasi dengan lebih mudah dan aman.

Karena itu, masyarakat perlu memahami berbagai kondisi yang mengharuskan penggantian sertifikat tanah. Dengan memperbarui data secara tepat waktu, pemilik dapat menjaga kepastian hukum, menghindari sengketa, dan memperlancar berbagai urusan administrasi pertanahan. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat
Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo
Lion Air Group Ungkap Kondisi Terbaru Delay Penerbangan, Ketepatan Waktu Naik
Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah
18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat
SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah
Setahun Jadi Tersangka, KPK Ungkap Nasib Heri Gunawan dan Satori di Kasus CSR BI-OJK
Prabowo Usul Dwi Kewarganegaraan, DPR: Jangan Sampai Indonesia Kehilangan Talenta Global
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Karhutla Capai 202 Ribu Hektare, DPR Desak Menhut Raja Juli Bergerak Cepat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 18:09 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Prabowo Usul Kewarganegaraan Ganda, DPR Ungkap Aturan yang Perlu Diubah

Senin, 17 Agustus 2026 - 23:09 WIB

18 Agustus 2026 Bukan Libur, Pemerintah Beri Kelonggaran untuk Pesta Rakyat

Senin, 17 Agustus 2026 - 22:09 WIB

SBY Beri Pesan Tegas ke Pemerintah Prabowo: Jangan Sampai Fiskal Indonesia Bermasalah

Berita Terbaru

Gempa bumi Magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang kawasan Mbay-Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) subuh.(Kontributor Kompas.com Labuan Bajo/Vera Bahali)

Nasional

Gempa M 7,7 Guncang Flores, 7 Korban Dievakuasi ke Labuan Bajo

Selasa, 18 Agu 2026 - 18:09 WIB

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis Pertamax membuat stok BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Kota Tangerang ludes lebih cepat dari biasanya.(Kompas.com/Disya Shaliha)

Ekonomi & Bisnis

Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini 18 Agustus 2026 di Semua Wilayah

Selasa, 18 Agu 2026 - 16:09 WIB