Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah, Menkeu Siapkan Solusi untuk Pedagang Tempe

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kepada awak media di Kemenkeu, Jakarta pada Senin (4/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa kepada awak media di Kemenkeu, Jakarta pada Senin (4/5/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY)

Jakarta, APGtimes.com — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku menerima banyak keluhan dari pedagang tahu dan tempe yang terdampak pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pelemahan rupiah mendorong kenaikan harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama produksi tahu dan tempe. Kondisi tersebut membuat biaya produksi para pedagang ikut meningkat.

Menanggapi kondisi itu, Purbaya menjanjikan dua langkah yang akan pemerintah lakukan untuk membantu pelaku usaha tahu dan tempe.

Pemerintah Jaga Daya Beli Masyarakat

Purbaya mengatakan pemerintah akan menjaga permintaan masyarakat agar tetap kuat sehingga pedagang masih dapat menjual produknya dengan baik.

Menurutnya, daya beli masyarakat menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha para pelaku UMKM, termasuk pedagang tahu dan tempe.

“Yang pertama kita mesti pastikan demand-nya terjaga. Jadi ada yang beli,” kata Purbaya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).

Pemerintah Upayakan Penguatan Rupiah

Selain menjaga daya beli masyarakat, pemerintah juga akan berupaya memperkuat nilai tukar rupiah.

Baca Juga :  Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini 17 Agustus 2026 Stabil, 1 Gram Rp2,782 Juta

Purbaya menjelaskan penguatan rupiah dapat membantu menurunkan biaya produksi karena harga bahan baku impor menjadi lebih murah.

“Kalau rupiahnya menguat otomatis cost of production mereka turun. Itu yang akan kita pastikan terjadi dalam beberapa waktu ke depan,” ujarnya.

Meski demikian, Purbaya belum dapat memastikan kapan penguatan rupiah tersebut akan terjadi.

Pemerintah dan BI Perkuat Koordinasi

Purbaya optimistis pemerintah dapat menjaga stabilitas nilai tukar melalui kerja sama yang lebih erat dengan Bank Indonesia (BI).

Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih cukup kuat. Karena itu, ia menilai tekanan terhadap rupiah lebih banyak berasal dari sentimen pasar global.

Pemerintah akan memperkuat sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter agar pasar memiliki kepercayaan yang lebih tinggi terhadap perekonomian nasional.

Pedagang Tahu dan Tempe Tertekan

Purbaya mengungkapkan sejumlah pedagang tahu dan tempe mengalami penurunan keuntungan akibat kenaikan harga kedelai impor.

Baca Juga :  Citilink Kembali Terbang Hari Ini, Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Bahkan, sebagian pedagang memilih menaikkan harga jual untuk menutupi kenaikan biaya produksi.

“Saya dengar penjual tempe dan penjual tahu sudah tergerus keuntungannya atau terpaksa menaikkan harga karena bahan bakunya masih impor,” ujarnya.

Menurut Purbaya, kenaikan harga bahan baku secara langsung meningkatkan biaya produksi para pelaku usaha kecil.

Pemerintah Ingin Harga Lebih Stabil

Purbaya berharap koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah dan Bank Indonesia dapat menjaga stabilitas rupiah dalam jangka panjang.

Ia menilai rupiah yang lebih stabil akan membantu menekan biaya produksi, menjaga harga kebutuhan pokok, dan mengurangi beban hidup masyarakat.

Selain itu, stabilitas nilai tukar juga dapat memberikan manfaat bagi pedagang kecil, pelaku UMKM, dan ibu rumah tangga yang merasakan langsung dampak kenaikan harga barang.

Pemerintah optimistis sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter akan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, baik pada level makro maupun mikro. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2026 Naik Tipis, Cek Daftar Lengkapnya
Harga Token Listrik PLN 9-13 September 2026, Rp50.000 Dapat Berapa kWh?
Gerobak Padang Buka Kemitraan di IFBC 2026, Bidik Ekspansi Nasional
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645, Padahal Dollar AS Turun
Citilink Kembali Terbang Hari Ini, Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Harga Emas Antam Hari Ini 7 September 2026 Tak Bergerak, 1 Gram Rp2,68 Juta
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 3 September 2026 Naik, Antam Rp 2,679 Juta
Ajaib Dapat Suntikan Rp4,8 Triliun dari Jepang, Fokus Perkuat SDM Teknologi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini 16 September 2026 Naik Tipis, Cek Daftar Lengkapnya

Rabu, 9 September 2026 - 14:09 WIB

Harga Token Listrik PLN 9-13 September 2026, Rp50.000 Dapat Berapa kWh?

Rabu, 9 September 2026 - 13:09 WIB

Gerobak Padang Buka Kemitraan di IFBC 2026, Bidik Ekspansi Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 15:09 WIB

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 17.645, Padahal Dollar AS Turun

Selasa, 8 September 2026 - 13:09 WIB

Citilink Kembali Terbang Hari Ini, Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Berita Terbaru