Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar AS, Ketua Banggar DPR Sebut Sudah Terlalu Murah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Ilustrasi nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh kisaran Rp 17.600 per dollar AS. Jika rupiah terus melemah hingga Rp 20.000 per dollar AS, ekonom menilai tekanan terhadap ekonomi domestik bisa semakin berat. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

Jakarta, APGtimes.com — Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) kembali menjadi perhatian setelah sempat menembus level Rp18.000 per dollar AS. Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah menilai kurs rupiah saat ini sudah berada di bawah nilai fundamental ekonomi Indonesia.

Said menyebut rupiah telah masuk kategori undervalued atau terlalu murah dibandingkan kondisi ekonomi nasional saat ini. Menurutnya, kurs rupiah seharusnya tidak melewati level Rp17.600 per dollar AS.

“Persoalannya ini bukan sekadar fundamental ekonomi saja karena dari sisi nilai rupiah sudah undervalued. Rupiah itu seharusnya paling tinggi maksimal tidak boleh melebihi batas di Rp17.600,” kata Said Abdullah di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Said Dorong Sinergi Fiskal dan Moneter

Said meminta pemerintah memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk meredam tekanan terhadap rupiah.

Ia mendorong Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengambil langkah yang lebih terukur agar pasar kembali mendapatkan kepastian.

Baca Juga :  Purbaya Perketat Pengawasan Barang Ilegal demi Jaga Ekonomi Nasional

Selain itu, Said menilai pemerintah perlu mempercepat perbaikan tata kelola ekonomi guna meningkatkan kepercayaan investor.

Menurutnya, kondisi saat ini membutuhkan respons cepat agar pelemahan rupiah tidak berlangsung lebih lama.

DPR Minta Pemerintah Bangun Optimisme Pasar

Said mengajak pemerintah membangun optimisme pasar melalui berbagai kebijakan yang memberikan kepastian kepada pelaku usaha dan investor.

Ia menilai kepastian hukum menjadi salah satu faktor penting yang dapat memperkuat kepercayaan pasar terhadap perekonomian Indonesia.

Karena itu, pemerintah perlu menghadirkan regulasi yang konsisten dan memberikan rasa aman bagi dunia usaha.

“Manfaatkan itu sebaik-baiknya sambil mulai membenahi tata kelola kita di kebijakan fiskal,” ujarnya.

Transparansi Kebijakan Jadi Kunci

Selain kepastian hukum, Said juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap kebijakan pemerintah.

Menurutnya, pemerintah harus menjaga fokus terhadap program prioritas nasional yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga :  Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, INDEF Ingatkan Risiko Defisit APBN

Ia menilai program-program prioritas tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat.

“Jangan keluar dari quick win karena itu satu-satunya andalan yang sahih di dalam APBN kita,” katanya.

Rupiah Sentuh Rekor Terlemah

Tekanan terhadap rupiah terus berlanjut dalam perdagangan terbaru. Data pasar menunjukkan rupiah sempat menyentuh level Rp18.015 per dollar AS pada Kamis pagi.

Selain itu, sejumlah platform keuangan mencatat rupiah sempat bergerak ke level Rp18.022 per dollar AS pada perdagangan sebelumnya.

Angka tersebut menjadi salah satu level terlemah yang pernah dicapai rupiah terhadap dollar AS.

Meski demikian, Said tetap optimistis Indonesia mampu menghadapi tekanan tersebut apabila pemerintah, otoritas moneter, dan pelaku usaha memperkuat koordinasi serta menjagaz kepercayaan pasar.

Ia berharap berbagai langkah perbaikan dapat segera memperkuat rupiah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional dalam jangka panjang. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dollar AS, IHSG Naik 0,88 Persen
Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah, Menkeu Siapkan Solusi untuk Pedagang Tempe
MinyaKita Mendadak Sulit Dicari di Jambi, Warga Terpaksa Beralih ke Minyak Curah
Harga Emas Jambi Hari Ini 8 Juni 2026: Perhiasan Rp8,65 Juta per Mayam, Antam Naik ke Rp2,743 Juta
Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dollar AS, BI dan Pemerintah Perkuat Stabilitas
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, INDEF Ingatkan Risiko Defisit APBN
Harga Emas Jambi Hari Ini Tembus Rp17,3 Juta per Suku, Emas Antam Naik ke Rp2,77 Juta per Gram
Harga Emas Jambi Hari Ini Stabil Rp8,65 Juta per Mayam, Emas Antam Turun Lagi
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:09 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.134 per Dollar AS, IHSG Naik 0,88 Persen

Senin, 8 Juni 2026 - 18:09 WIB

Harga Kedelai Naik Akibat Rupiah Melemah, Menkeu Siapkan Solusi untuk Pedagang Tempe

Senin, 8 Juni 2026 - 15:09 WIB

MinyaKita Mendadak Sulit Dicari di Jambi, Warga Terpaksa Beralih ke Minyak Curah

Senin, 8 Juni 2026 - 10:09 WIB

Harga Emas Jambi Hari Ini 8 Juni 2026: Perhiasan Rp8,65 Juta per Mayam, Antam Naik ke Rp2,743 Juta

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:09 WIB

Rupiah Menguat ke Rp18.036 per Dollar AS, BI dan Pemerintah Perkuat Stabilitas

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB