Dolar AS Sentuh Rp17.656, Usaha Tahu Kecil Mulai Kena Dampaknya

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 18 Mei 2026 - 17:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pegawai menunjukkan proses pembuatan tahu di pabrik tahu, Paledah, Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Senin (18/5/2026). KOMPAS.COM/ AYU SABRINA BAROKAH(Ayu Sabrina Barokah )

Seorang pegawai menunjukkan proses pembuatan tahu di pabrik tahu, Paledah, Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Senin (18/5/2026). KOMPAS.COM/ AYU SABRINA BAROKAH(Ayu Sabrina Barokah )

Pangandaran, APGtimes.com — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat mulai memengaruhi pelaku usaha kecil di Pangandaran. Salah satunya dirasakan perajin tahu yang bergantung pada bahan baku kedelai impor.

Pemilik pabrik tahu di Sukamanah, Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Gugum, mengaku kenaikan kurs dollar membuat harga kedelai terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

“Sekarang juga sebenarnya masih terasa dampaknya. Kemarin harga kedelai naik setelah perang di Timur Tengah. Dari Rp9.600 per kilogram jadi Rp10.800 sampai sekarang,” kata Gugum, Minggu (18/5/2026).

Biaya Produksi Terus Naik

Setiap hari, Gugum menjalankan proses produksi tahu mulai dari merendam kedelai, menggiling, memasak, hingga mencetak tahu sebelum mendistribusikannya ke pedagang keliling.

Kenaikan harga kedelai membuat biaya produksi usahanya ikut membengkak. Gugum membutuhkan sekitar dua ton kedelai setiap minggu untuk menjaga produksi tetap berjalan.

Baca Juga :  Rupiah Menguat ke Rp17.942 per Dollar AS, IHSG Melonjak 1,79 Persen

Selain bahan baku, ia juga harus menanggung biaya transportasi untuk mengambil pasokan kedelai dari luar Pangandaran.

Pasok Ribuan Tahu ke Pedagang Keliling

Usaha tahu milik Gugum menjadi sumber penghidupan bagi sejumlah pedagang keliling di wilayah Pangandaran.

Setiap hari, ia memproduksi sekitar 2,5 kuintal tahu dan memasoknya kepada 14 pedagang keliling untuk dijual ke pasar hingga permukiman warga.

Kondisi tersebut membuat Gugum harus menghitung biaya produksi secara lebih cermat karena kenaikan kecil harga kedelai langsung memengaruhi pengeluaran mingguan.

Tahan Harga Jual demi Pertahankan Pembeli

Saat ini, Gugum menjual tahu produksinya seharga Rp31.000 per papan. Meski biaya produksi meningkat, ia masih berusaha menahan harga jual agar pelanggan tidak berkurang.

Baca Juga :  Harga BBM Pertamina Terbaru 10 Juni 2026, Pertamax Naik Rp3.950 per Liter

“Kalau harga jual naik, takut pembeli berkurang. Jadi sekarang paling disiasati dulu,” ujarnya.

Pertimbangkan Kurangi Ukuran Produk

Menurut Gugum, pelaku usaha kecil kini menghadapi situasi sulit karena biaya produksi meningkat sementara daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.

Ia mulai mempertimbangkan beberapa langkah jika harga kedelai kembali naik akibat pelemahan rupiah, mulai dari menaikkan harga jual hingga mengurangi ukuran tahu.

“Kalau kedelai naik lagi pasti berat. Mau tidak mau harus cari cara supaya tetap jalan produksinya,” kata Gugum.

Sebagian besar kedelai untuk produksi tahu di Indonesia masih berasal dari impor. Karena itu, perubahan kurs dollar ikut memengaruhi harga bahan baku di tingkat perajin tahu. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rupiah Masih Tertekan, Cek Kurs Dollar AS di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini
Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur
Zhafira Wedding Organizer Jadi Pilihan Calon Pengantin di Sungai Penuh dan Kerinci, Layanannya Lengkap
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp3.000, Cek Daftar Lengkap Harga 22 Juli 2026
ESDM Siapkan Bioetanol E20 2028, Tebu, Singkong Mukibat, dan Jagung Jadi Andalan
Harga Emas Antam Hari Ini 20 Juli 2026 Masih Stabil, Cek Daftar Lengkap di Pegadaian
Sopir Truk Mengantre Solar hingga 24 Jam, Pendapatan Tergerus dan Fisik Menurun
Harga Emas Antam Hari Ini 18 Juli 2026 Naik Rp8.000, Cek Daftar Lengkapnya
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:09 WIB

Rupiah Masih Tertekan, Cek Kurs Dollar AS di BCA, Mandiri, dan BNI Hari Ini

Senin, 27 Juli 2026 - 17:09 WIB

Rupiah Tembus Rp18.009 per Dolar AS, Investor Bereaksi Usai Perry Warjiyo Mundur

Senin, 27 Juli 2026 - 12:09 WIB

Zhafira Wedding Organizer Jadi Pilihan Calon Pengantin di Sungai Penuh dan Kerinci, Layanannya Lengkap

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:09 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp3.000, Cek Daftar Lengkap Harga 22 Juli 2026

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:09 WIB

ESDM Siapkan Bioetanol E20 2028, Tebu, Singkong Mukibat, dan Jagung Jadi Andalan

Berita Terbaru

Baliho bergambar mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini (kiri) dan yang baru saja meninggal Ayatollah Ali Khamenei (kanan) dipasang di Teheran, Iran, 8 Juni 2026.(AFP/ATTA KENARE)

Internasional

Iran Ancam Balas Ukraina, Serangan di Laut Kaspia Picu Ketegangan Baru

Selasa, 28 Jul 2026 - 22:09 WIB