Jakarta, APGtimes.com – Harga emas Antam di Pegadaian pada Senin (20/7/2026) masih bertahan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Seluruh ukuran emas Antam tidak mengalami perubahan, termasuk harga buyback yang juga tetap berada di level sebelumnya.
Berdasarkan data Galeri 24 Pegadaian, harga emas Antam ukuran 1 gram masih berada di angka Rp2.719.000. Sementara itu, Pegadaian mempertahankan harga buyback emas Antam 1 gram di level Rp2.418.000.
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini
Pegadaian juga mempertahankan harga emas Antam ukuran 0,5 gram di angka Rp1.412.000 dengan harga buyback Rp1.209.000.
Untuk ukuran 2 gram, Pegadaian mematok harga Rp5.375.000, sedangkan buyback tetap Rp4.836.000. Harga emas ukuran 3 gram juga stabil di Rp8.037.000 dengan buyback Rp7.255.000.
Sementara itu, emas Antam ukuran 5 gram masih dijual Rp13.359.000. Harga buyback untuk ukuran tersebut bertahan di Rp12.091.000.
Pegadaian juga tidak mengubah harga emas Antam ukuran 10 gram. Produk tersebut tetap dijual Rp26.661.000 dengan harga buyback Rp24.183.000.
Untuk ukuran yang lebih besar, emas Antam 25 gram masih dipasarkan Rp66.521.000. Harga buyback tetap berada di level Rp60.162.000.
Berikut daftar harga emas Antam di Pegadaian per Senin, 20 Juli 2026:
- 0,5 gram: Rp1.412.000
- 1 gram: Rp2.719.000
- 2 gram: Rp5.375.000
- 3 gram: Rp8.037.000
- 5 gram: Rp13.359.000
- 10 gram: Rp26.661.000
- 25 gram: Rp66.521.000
- 50 gram: Rp132.959.000
- 100 gram: Rp265.837.000
Harga Buyback Tetap
Pegadaian juga mempertahankan harga buyback emas Antam di seluruh ukuran.
Berikut rincian harga buyback emas Antam:
- 0,5 gram: Rp1.209.000
- 1 gram: Rp2.418.000
- 2 gram: Rp4.836.000
- 3 gram: Rp7.255.000
- 5 gram: Rp12.091.000
- 10 gram: Rp24.183.000
- 25 gram: Rp60.162.000
- 50 gram: Rp120.325.000
- 100 gram: Rp240.650.000
Harga Emas Dunia Masih Bergerak di Atas 4.000 Dollar AS
Di pasar global, harga emas bergerak di kisaran 4.028,26 dollar AS per ons pada perdagangan Senin pagi. Harga tersebut masih bertahan di atas level psikologis 4.000 dollar AS per ons.
Pelaku pasar terus mencermati perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Kedua faktor tersebut masih menjadi sentimen utama yang memengaruhi pergerakan harga emas dunia dalam beberapa waktu terakhir. (ys*)









