Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah kembali melemah pada perdagangan Senin (27/7/2026). Rupiah kehilangan 46 poin atau 0,26 persen dan mengakhiri perdagangan di level Rp18.009 per dolar Amerika Serikat (AS).
Posisi itu menandai nilai terendah rupiah dalam tujuh hari perdagangan terakhir. Pada awal perdagangan, rupiah masih berada di kisaran Rp17.976 per dolar AS.
Rupiah Tertinggal dari Mayoritas Mata Uang Asia
Indeks dolar Amerika Serikat (DXY) turun 0,26 persen ke level 101,203 pada pukul 15.00 WIB. Namun, pelemahan indeks dolar belum mampu mengangkat nilai rupiah.
Rupiah dan won Korea Selatan sama-sama melemah terhadap dolar AS. Sebaliknya, rupee India, baht Thailand, dolar Taiwan, peso Filipina, yen Jepang, ringgit Malaysia, yuan China, dolar Singapura, serta dolar Hong Kong mencatat penguatan.
Investor Cermati Mundurnya Perry Warjiyo
Investor langsung mencermati pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia. Sentimen tersebut menambah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Analis Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pasar memberikan respons negatif terhadap pergantian pimpinan Bank Indonesia.
Menurut Ibrahim, Perry mengundurkan diri ketika rupiah masih menghadapi tekanan akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, terutama antara Amerika Serikat dan Iran.
Situasi tersebut mendorong investor memindahkan dana ke aset yang mereka nilai lebih aman, termasuk dolar Amerika Serikat.
Pasar Tunggu Langkah Pemerintah dan BI
Selain faktor global, Ibrahim juga menyoroti isu independensi Bank Indonesia. Menurutnya, isu tersebut ikut memengaruhi kepercayaan investor terhadap pasar keuangan nasional.
Ia juga mengingatkan bahwa investor tidak hanya melihat rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB). Mereka juga menghitung kemampuan pemerintah membayar pokok utang, bunga, serta mengelola pinjaman secara efektif.
Karena itu, pelaku pasar kini menunggu langkah pemerintah dan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah. Mereka berharap kebijakan pemerintah dan bank sentral mampu mengembalikan kepercayaan investor serta memperkuat nilai tukar rupiah. (de*)









