Studi UC Berkeley Ungkap AI Bikin Nilai Mahasiswa Naik, tapi Skill Menurun

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi AI.(Dok. Freepik/DC Studio)

Ilustrasi AI.(Dok. Freepik/DC Studio)

Jakarta, APGtimes.com — Penggunaan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di kalangan mahasiswa terus meningkat dan memicu perubahan besar di dunia pendidikan tinggi.

Sebuah studi terbaru dari University of California, Berkeley mengungkap penggunaan AI memang mampu meningkatkan nilai akademik mahasiswa. Namun, penelitian itu juga menemukan penurunan kualitas pembelajaran dan kemampuan mahasiswa dalam memahami materi.

Peneliti senior UC Berkeley, Igor Chirikov, membagi penggunaan AI generatif oleh mahasiswa ke dalam tiga kategori utama.

Kategori pertama adalah augmentasi. Dalam metode ini, mahasiswa memakai AI sebagai alat bantu riset atau pendukung pengerjaan tugas.

Kategori kedua ialah reinstatement. Mahasiswa memanfaatkan AI untuk menyelesaikan tugas berbasis teknologi yang memang membutuhkan dukungan AI.

Sementara kategori ketiga adalah displacement. Pada metode ini, AI mengambil alih hampir seluruh pekerjaan mahasiswa, seperti menulis esai atau membuat coding.

AI Dongkrak Nilai Mahasiswa

Penelitian tersebut menunjukkan seluruh metode penggunaan AI mampu meningkatkan nilai akademik mahasiswa.

Baca Juga :  Cara Membuat SIM Digital 2026, Cukup Lewat HP dan Tak Perlu Selalu Bawa Kartu Fisik

Namun, Chirikov menemukan hanya metode augmentasi dan reinstatement yang benar-benar membantu proses pembelajaran serta pengembangan keterampilan mahasiswa.

Sebaliknya, penggunaan displacement justru membuat mahasiswa kehilangan kesempatan mengasah kemampuan berpikir dan keterampilan teknis.

Penelitian itu juga menyoroti banyaknya tugas bawa pulang dan esai yang memberi ruang besar bagi mahasiswa untuk menyerahkan pekerjaan sepenuhnya kepada AI.

Nilai “A” Melonjak Sejak ChatGPT Populer

Dalam penelitian tersebut, Chirikov menganalisis lebih dari 500.000 data pendaftaran mata kuliah di 84 departemen pada sebuah universitas besar di Texas selama periode 2018 hingga 2025.

Dia menemukan lonjakan nilai paling tinggi terjadi pada mata kuliah yang banyak menggunakan tugas menulis dan coding.

Menurut penelitian itu, mata kuliah yang rentan terhadap penggunaan AI mengalami kenaikan pemberian nilai “A” hingga 30 persen sejak ChatGPT populer di pasaran.

Chirikov menilai banyak mahasiswa memakai AI untuk mencari jalan pintas demi memperoleh nilai tinggi di tengah ketatnya persaingan akademik dan dunia kerja.

Baca Juga :  Meta Guncang Dunia Teknologi! 8.000 Pegawai Dipecat Demi AI

Dunia Kerja Dinilai Terancam

Penelitian tersebut juga memperingatkan dampak jangka panjang penggunaan AI terhadap dunia kerja.

Chirikov menilai ketergantungan mahasiswa terhadap AI dapat menciptakan lulusan yang tidak memiliki kemampuan memadai tanpa bantuan mesin.

“Jika AI menggantikan tugas pembentukan skill selama masa kuliah, mahasiswa mungkin lulus dengan kemampuan yang lemah,” tulis Chirikov.

Menurutnya, kondisi itu berpotensi mempercepat otomatisasi pekerjaan dan meningkatkan ancaman hilangnya lapangan kerja akibat AI.

Universitas Mulai Perketat Aturan

Sejumlah universitas di Amerika Serikat mulai mengambil langkah untuk mengatasi inflasi nilai akibat penggunaan AI.

Di Princeton University, pihak kampus mencabut aturan kode kehormatan yang telah berlaku selama 133 tahun setelah banyak mahasiswa mengaku memakai AI saat ujian.

Sementara itu, Harvard University tengah membahas kebijakan pembatasan pemberian nilai “A” maksimal hanya untuk 20 persen mahasiswa di setiap kelas. (dr*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Intel Kembalikan Hyper-Threading di Xeon Coral Rapids, Ini Alasan dan Fungsinya
Apple Resmi Rilis macOS 26.6, Lebih dari 150 Celah Keamanan Berhasil Diperbaiki
China Kejar Terobosan Tangan Robot Mirip Manusia, Jadi Kunci Masa Depan Robot Humanoid
Google Gelontorkan Rp7,9 Triliun ke Startup Jerman, Kejar Pembangkit Listrik Fusi Pertama Eropa
Bersiap! Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik Hampir Rp5 Juta
Cara Membuat SIM Digital 2026, Cukup Lewat HP dan Tak Perlu Selalu Bawa Kartu Fisik
Cara Download dan Menggunakan Aplikasi Pajak Digital 2026, Lapor SPT Bisa Lewat HP
Kemkomdigi Pastikan Data Wajah Registrasi SIM Aman, Hanya Dukcapil yang Mengelola
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:59 WIB

Intel Kembalikan Hyper-Threading di Xeon Coral Rapids, Ini Alasan dan Fungsinya

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:09 WIB

Apple Resmi Rilis macOS 26.6, Lebih dari 150 Celah Keamanan Berhasil Diperbaiki

Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:09 WIB

China Kejar Terobosan Tangan Robot Mirip Manusia, Jadi Kunci Masa Depan Robot Humanoid

Selasa, 7 Juli 2026 - 17:09 WIB

Google Gelontorkan Rp7,9 Triliun ke Startup Jerman, Kejar Pembangkit Listrik Fusi Pertama Eropa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 12:09 WIB

Bersiap! Harga iPhone 18 Pro Diprediksi Naik Hampir Rp5 Juta

Berita Terbaru

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.(AFP/FREDERIC J BROWN)

Internasional

FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia? UEFA Langsung Bereaksi Keras

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:09 WIB