Papua Pegunungan, APGtimes.com — Aparat gabungan masih menghadapi medan berat dalam proses evakuasi korban pembunuhan yang diduga dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Distrik Awimbon, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.
Kaops Satgas Damai Cartenz Faizal Ramadhani mengatakan kondisi geografis yang sulit menjadi tantangan utama bagi petugas di lapangan.
Aparat Fokus Evakuasi dan Penyelamatan
Faizal menegaskan aparat saat ini memprioritaskan penyelamatan korban selamat dan evakuasi korban meninggal dunia.
Selain itu, petugas juga terus memburu kelompok pelaku dengan langkah profesional dan terukur.
“Fokus utama kami saat ini adalah menyelamatkan korban selamat, mengevakuasi para korban meninggal dunia, serta melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku secara profesional dan terukur,” ujar Faizal, Jumat (22/05).
Petugas Babat Hutan untuk Buka Jalur
Meski lokasi kejadian berada di Kabupaten Pegunungan Bintang, aparat memilih akses melalui Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, karena lebih dekat menuju lokasi.
Namun, kawasan tersebut memiliki medan hutan lebat dan akses yang sangat terbatas.
Karena itu, petugas membuka jalur dengan cara membabat hutan agar proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat.
Aparat juga memusatkan pos aju dan titik evakuasi sementara di Tanah Merah untuk memperkuat pencarian korban.
Korban Selamat Masih Bersembunyi
Selain mengevakuasi korban meninggal, aparat gabungan juga terus mencari korban selamat yang masih bersembunyi di kawasan hutan.
Petugas berupaya memastikan seluruh korban mendapatkan perlindungan dan bantuan medis secepat mungkin.
Polisi Imbau Warga Hindari Tambang Ilegal
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Adarma Sinaga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah rawan konflik tersebut.
Menurut Adarma, kawasan itu termasuk wilayah hutan lindung dan sering menjadi lokasi gangguan keamanan kelompok bersenjata.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas pendulangan atau penambangan ilegal di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi karena sangat berisiko terhadap keselamatan,” katanya.
Aparat Minta Warga Tidak Terprovokasi
Sementara itu, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026 Yusuf Sutejo meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang belum terverifikasi.
Menurut Yusuf, aparat terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif sekaligus memastikan proses evakuasi berjalan maksimal.
“Kami meminta masyarakat tetap tenang, tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi,” ujar Yusuf. (dr*)









