65 Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan AI, Banyak dari Bidang Kesehatan dan Kreatif

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 07:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

65 Pekerjaan yang Tak Bisa Digantikan AI
© Bisnis.com

65 Pekerjaan yang Tak Bisa Digantikan AI © Bisnis.com

Jakarta, APGtimes.com–Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) terus berkembang pesat dan mulai mengubah banyak sektor pekerjaan. Teknologi ini membantu manusia menyelesaikan tugas lebih cepat, mudah, dan efisien.

Namun, perkembangan AI juga memunculkan kekhawatiran baru. Banyak orang mulai bertanya apakah pekerjaan mereka akan tergantikan oleh robot dan sistem otomatis di masa depan.

Menurut penelitian dari US Career Institute, ada sedikitnya 65 pekerjaan yang diprediksi tetap aman dari ancaman AI. Pekerjaan tersebut dinilai membutuhkan empati, kreativitas, pengambilan keputusan kompleks, hingga keterampilan fisik yang sulit ditiru mesin.

Bidang kesehatan, pendidikan, seni, hingga kepemimpinan menjadi sektor yang paling sulit digantikan teknologi AI.

Saat memilih karier, masyarakat kini mulai mempertimbangkan pekerjaan yang memiliki risiko otomatisasi rendah. Tren ini diperkirakan terus berkembang seiring semakin banyak perusahaan menggunakan teknologi AI dalam operasional mereka.

Pekerjaan yang Tidak Bisa Digantikan AI

Berikut daftar pekerjaan yang diprediksi tetap bertahan di era AI:

  1. Perawat Praktisi
  2. Koreografer
  3. Asisten Dokter
  4. Konselor Kesehatan Mental
  5. Dosen dan Pengajar Keperawatan
  6. Pelatih dan Pemandu Bakat Olahraga
  7. Terapis Atletik
  8. Terapis Fisik
  9. Ahli Orthotik dan Prostetik
  10. Terapis Okupasi
  11. Terapis Pernikahan dan Keluarga
  12. Terapis Seni
  13. Terapis Musik
  14. Pekerja Sosial Bidang Kesehatan
  15. Pekerja Sosial Kesehatan Mental dan Rehabilitasi Narkoba
  16. Bioinsinyur dan Insinyur Biomedis
  17. Dosen Psikologi
  18. Koordinator Kebugaran dan Kesehatan
  19. Ahli Tanah dan Tanaman
  20. Dosen Ilmu Sosial
  21. Dosen Seni, Drama, dan Musik
  22. Psikiater
  23. Dosen Antropologi dan Arkeologi
  24. Fisikawan
  25. Dosen Arsitektur
  26. Bidan Perawat
  27. Teknisi Medis Darurat
  28. Manajer Keamanan
  29. Insinyur Sipil
  30. Insinyur Transportasi
  31. Spesialis Pendidikan Jasmani Adaptif
  32. Paramedis
  33. Perawat Spesialis Klinis
  34. Perawat Perawatan Intensif
  35. Perawat Psikiatri Praktik Lanjutan
  36. Dokter Gigi Umum
  37. Desainer Panggung dan Pameran
  38. Dokter Gigi Prostodonti
  39. Administrator Pendidikan TK hingga SMA
  40. Ahli Bedah Mulut dan Maksilofasial
  41. Petugas Pemadam Kebakaran
  42. Supervisor Pemadam Kebakaran dan Pencegahan Kebakaran
  43. Perencana Kota dan Wilayah
  44. Terapis Rekreasi
  45. Direktur Kegiatan dan Pendidikan Keagamaan
  46. Dokter Kulit
  47. Dokter Saraf
  48. Supervisor Polisi dan Detektif
  49. Neuropsikolog
  50. Neuropsikolog Klinis
  51. Ahli Bedah Ortopedi
  52. Arsitek
  53. Ahli Bedah Umum dan Spesialis
  54. Direktur Manajemen Darurat
  55. Dokter Pencegahan Penyakit
  56. Dokter Rehabilitasi Medik
  57. Dokter Rumah Sakit
  58. Dokter Kedokteran Olahraga
  59. Ahli Bedah Anak
  60. Dokter Kandungan dan Ginekologi
  61. Desainer Interior
  62. Arsitek Lanskap
  63. Polisi Kehutanan dan Satwa
  64. Chief Executive Officer (CEO)
  65. Teknisi Pemasangan Bangunan Modular dan Rumah Bergerak
Baca Juga :  Perbedaan Chromebook dan Laptop Windows, Simak Sebelum Membeli

Mengapa AI Sulit Menggantikan Pekerjaan Ini?

Sebagian besar pekerjaan dalam daftar tersebut membutuhkan interaksi manusia secara langsung. AI memang mampu membantu analisis data dan pekerjaan teknis, tetapi belum bisa sepenuhnya menggantikan empati, kreativitas, intuisi, serta kepemimpinan manusia.

Baca Juga :  AI Picu Gelombang PHK, Bos OpenAI Tegaskan ChatGPT Tak Akan Gantikan Manusia

Profesi seperti dokter, terapis, guru, hingga pemimpin perusahaan memerlukan komunikasi emosional dan pengambilan keputusan yang kompleks. Hal itu masih menjadi kelemahan utama teknologi AI saat ini.

Karena itu, banyak ahli menilai pekerjaan yang mengandalkan kemampuan sosial, kreativitas, dan keterampilan praktis akan tetap dibutuhkan di masa depan. (***)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Membuat SIM Digital 2026, Cukup Lewat HP dan Tak Perlu Selalu Bawa Kartu Fisik
Cara Download dan Menggunakan Aplikasi Pajak Digital 2026, Lapor SPT Bisa Lewat HP
Kemkomdigi Pastikan Data Wajah Registrasi SIM Aman, Hanya Dukcapil yang Mengelola
WhatsApp Uji Fitur 2 Akun dalam 1 HP, Pengguna Android Auto Senang
Samsung Ganti Nama Galaxy Z Fold 8 Jadi Ultra, Spesifikasinya Makin Gahar
Cara Atur Privasi DM Instagram Setelah Fitur Instants Resmi Meluncur
Harga MacBook Air M5 Resmi di Indonesia, Varian Termurah Rp 23 Jutaan
Apple Bongkar Penipuan Raksasa di App Store, Nilainya Tembus Rp35 Triliun!
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:09 WIB

Cara Membuat SIM Digital 2026, Cukup Lewat HP dan Tak Perlu Selalu Bawa Kartu Fisik

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:09 WIB

Cara Download dan Menggunakan Aplikasi Pajak Digital 2026, Lapor SPT Bisa Lewat HP

Jumat, 29 Mei 2026 - 20:09 WIB

Kemkomdigi Pastikan Data Wajah Registrasi SIM Aman, Hanya Dukcapil yang Mengelola

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:09 WIB

WhatsApp Uji Fitur 2 Akun dalam 1 HP, Pengguna Android Auto Senang

Selasa, 26 Mei 2026 - 09:09 WIB

Samsung Ganti Nama Galaxy Z Fold 8 Jadi Ultra, Spesifikasinya Makin Gahar

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB