Jambi, APGtimes.com — Penggunaan transaksi digital melalui QRIS di Provinsi Jambi terus meningkat dalam setahun terakhir. Bank Rakyat Indonesia (BRI) mencatat jumlah pengguna QRIS BRI di wilayah Jambi kini mencapai sekitar 20.958 pengguna.
Pemimpin Cabang BRI Jambi, Mochamad Chandra Ariesta, mengatakan peningkatan tersebut terjadi seiring semakin luasnya penggunaan transaksi digital di tengah masyarakat.
“Tren penggunaan QRIS di Jambi menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dalam setahun terakhir,” ujar Chandra.
UMKM Dominasi Penggunaan QRIS
Chandra menjelaskan penggunaan QRIS di Jambi saat ini masih didominasi pelaku UMKM.
Menurut dia, sektor kuliner dan food and beverage (F&B), pedagang pasar, usaha wisata, toko suvenir, hingga pedagang kecil menjadi pengguna paling aktif.
Selain itu, masyarakat usia produktif dan anak muda juga mendominasi transaksi QRIS karena lebih terbiasa memakai mobile banking dan layanan digital.
Namun kini, penggunaan QRIS mulai meluas ke pedagang pasar tradisional dan masyarakat umum karena dinilai lebih praktis, cepat, dan aman.
BRI Gencar Edukasi Digitalisasi
Untuk memperluas penggunaan QRIS, BRI Jambi menjalankan berbagai strategi seperti mendatangi pasar dan sentra UMKM secara langsung.
BRI juga memberikan pendampingan pendaftaran merchant QRIS serta edukasi penggunaan BRImo dan QRIS merchant.
Selain itu, BRI bekerja sama dengan Bank Indonesia dan pemerintah daerah untuk mendorong digitalisasi pembayaran di sejumlah kawasan.
“Salah satu contohnya melalui kerja sama digitalisasi UMKM di kawasan Candi Muaro Jambi,” kata Chandra.
BRI Targetkan Perluasan QRIS
BRI juga rutin menggelar edukasi transaksi digital kepada masyarakat melalui kegiatan UMKM, sekolah, hingga kampus.
Menurut Chandra, langkah tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap manfaat transaksi digital sekaligus mengurangi risiko penipuan.
Ke depan, BRI Jambi menargetkan perluasan inklusi keuangan digital hingga ke pelosok daerah.
BRI juga ingin menambah jumlah merchant QRIS, khususnya di kalangan UMKM kecil dan pasar tradisional. (dr*)









