Padang, APGtimes.com — Universitas Negeri Padang (UNP) menyuarakan kekhawatiran atas rentetan insiden peluru nyasar yang berulang di lingkungan kampus. Pihak kampus menilai kejadian tersebut mengganggu rasa aman civitas akademika dan berpotensi merusak citra kampus menjelang penerimaan mahasiswa baru.
Senior Eksekutif UNP, Prof Ganefri, mengatakan kampus membutuhkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk mendukung aktivitas pendidikan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait segera mencari solusi agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
UNP Khawatir Citra Kampus Terganggu
Ganefri menilai berulangnya kasus peluru nyasar dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keamanan kampus.
Menurutnya, UNP selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki lingkungan akademik yang kondusif. Namun, insiden yang terus berulang membuat mahasiswa dan masyarakat merasa khawatir.
Ia menegaskan persoalan keamanan tersebut tidak boleh berlangsung terlalu lama karena dapat berdampak pada minat calon mahasiswa yang akan mendaftar.
Selain itu, kampus juga ingin memastikan seluruh kegiatan akademik berjalan tanpa gangguan.
Mahasiswa Terluka Saat Berswafoto
Kekhawatiran pihak kampus semakin meningkat setelah seorang mahasiswa mengalami luka akibat diduga terkena peluru nyasar.
Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama sejumlah rekannya sedang berswafoto usai mengikuti ujian di kawasan kampus.
Menurut Ganefri, korban tiba-tiba terkena proyektil yang diduga berasal dari luar area kampus sehingga langsung terjatuh.
Insiden itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai keamanan lingkungan kampus dan perlindungan terhadap mahasiswa.
Peluru Nyasar Sudah Terjadi Berulang Kali
Ganefri mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di lingkungan UNP.
Saat masih menjabat sebagai rektor, ia pernah menghadapi beberapa kasus peluru nyasar yang masuk ke area kampus.
Salah satu insiden bahkan menyebabkan kaca di sekitar ruang rektor pecah setelah terkena proyektil.
Karena itu, pihak kampus menilai perlu ada langkah yang lebih serius untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
UNP Tagih Evaluasi Sistem Keamanan Latihan Menembak
UNP juga meminta instansi terkait segera mengevaluasi sistem keamanan kegiatan latihan menembak yang diduga menjadi sumber insiden peluru nyasar.
Ganefri mengingatkan bahwa berbagai pihak sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk memperbaiki sistem pengamanan.
Namun, ia berharap komitmen tersebut tidak berhenti hanya sebagai janji.
Menurutnya, pergantian pejabat di lingkungan militer tidak boleh menghambat upaya penyelesaian persoalan yang sudah berulang kali terjadi.
Rektorat Kirim Surat ke Kemenko Polkam
Sebagai bentuk tindak lanjut, pihak rektorat telah mengirimkan surat kepada Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam).
Melalui surat tersebut, UNP meminta pemerintah mengambil langkah tegas untuk menjamin keselamatan mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika.
Pihak kampus berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera menghadirkan solusi konkret sehingga lingkungan pendidikan kembali aman dan nyaman bagi seluruh warga kampus. (de*)









