UNP Soroti Peluru Nyasar yang Berulang, Khawatir Ganggu Penerimaan Mahasiswa Baru

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dilaporkan mengalami luka-luka akibat diduga terkena peluru nyasar di kawasan depan Rektorat UNP, Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Dua mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dilaporkan mengalami luka-luka akibat diduga terkena peluru nyasar di kawasan depan Rektorat UNP, Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Padang, APGtimes.com — Universitas Negeri Padang (UNP) menyuarakan kekhawatiran atas rentetan insiden peluru nyasar yang berulang di lingkungan kampus. Pihak kampus menilai kejadian tersebut mengganggu rasa aman civitas akademika dan berpotensi merusak citra kampus menjelang penerimaan mahasiswa baru.

Senior Eksekutif UNP, Prof Ganefri, mengatakan kampus membutuhkan lingkungan yang aman dan nyaman untuk mendukung aktivitas pendidikan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait segera mencari solusi agar insiden serupa tidak kembali terjadi.

UNP Khawatir Citra Kampus Terganggu

Ganefri menilai berulangnya kasus peluru nyasar dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap keamanan kampus.

Menurutnya, UNP selama ini dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki lingkungan akademik yang kondusif. Namun, insiden yang terus berulang membuat mahasiswa dan masyarakat merasa khawatir.

Ia menegaskan persoalan keamanan tersebut tidak boleh berlangsung terlalu lama karena dapat berdampak pada minat calon mahasiswa yang akan mendaftar.

Selain itu, kampus juga ingin memastikan seluruh kegiatan akademik berjalan tanpa gangguan.

Baca Juga :  Bukan Pertama, Peluru Nyasar di Kampus UNP Sudah Terjadi Berkali-kali

Mahasiswa Terluka Saat Berswafoto

Kekhawatiran pihak kampus semakin meningkat setelah seorang mahasiswa mengalami luka akibat diduga terkena peluru nyasar.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama sejumlah rekannya sedang berswafoto usai mengikuti ujian di kawasan kampus.

Menurut Ganefri, korban tiba-tiba terkena proyektil yang diduga berasal dari luar area kampus sehingga langsung terjatuh.

Insiden itu kembali memunculkan pertanyaan mengenai keamanan lingkungan kampus dan perlindungan terhadap mahasiswa.

Peluru Nyasar Sudah Terjadi Berulang Kali

Ganefri mengungkapkan bahwa kejadian serupa bukan pertama kali terjadi di lingkungan UNP.

Saat masih menjabat sebagai rektor, ia pernah menghadapi beberapa kasus peluru nyasar yang masuk ke area kampus.

Salah satu insiden bahkan menyebabkan kaca di sekitar ruang rektor pecah setelah terkena proyektil.

Karena itu, pihak kampus menilai perlu ada langkah yang lebih serius untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Baca Juga :  Kemenbud dan Kementerian PKP Siapkan Revitalisasi 3.500 Rumah Adat di Indonesia

UNP Tagih Evaluasi Sistem Keamanan Latihan Menembak

UNP juga meminta instansi terkait segera mengevaluasi sistem keamanan kegiatan latihan menembak yang diduga menjadi sumber insiden peluru nyasar.

Ganefri mengingatkan bahwa berbagai pihak sebelumnya telah menyampaikan komitmen untuk memperbaiki sistem pengamanan.

Namun, ia berharap komitmen tersebut tidak berhenti hanya sebagai janji.

Menurutnya, pergantian pejabat di lingkungan militer tidak boleh menghambat upaya penyelesaian persoalan yang sudah berulang kali terjadi.

Rektorat Kirim Surat ke Kemenko Polkam

Sebagai bentuk tindak lanjut, pihak rektorat telah mengirimkan surat kepada Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Kemenko Polkam).

Melalui surat tersebut, UNP meminta pemerintah mengambil langkah tegas untuk menjamin keselamatan mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika.

Pihak kampus berharap pemerintah dan instansi terkait dapat segera menghadirkan solusi konkret sehingga lingkungan pendidikan kembali aman dan nyaman bagi seluruh warga kampus. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship
Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif
Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar
Prabowo Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Pesan Tegas untuk Aparatur Baru
Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:09 WIB

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:09 WIB

Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:09 WIB

Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Berita Terbaru

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.(AFP/FREDERIC J BROWN)

Internasional

FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia? UEFA Langsung Bereaksi Keras

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:09 WIB