Bukan Pertama, Peluru Nyasar di Kampus UNP Sudah Terjadi Berkali-kali

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dilaporkan mengalami luka-luka akibat diduga terkena peluru nyasar di kawasan depan Rektorat UNP, Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Dua mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) dilaporkan mengalami luka-luka akibat diduga terkena peluru nyasar di kawasan depan Rektorat UNP, Padang, Sumatera Barat, Selasa (2/6/2026).(Rahmat Panji (Kompas.com))

Padang, APGtimes.com — Kasus peluru nyasar yang melukai dua mahasiswa di lingkungan Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) pada Selasa (2/6/2026) kembali memunculkan kekhawatiran terkait keselamatan civitas akademika. Peristiwa tersebut ternyata bukan yang pertama terjadi di kampus tersebut.

Data yang dihimpun menunjukkan insiden serupa telah berulang kali terjadi dalam kurun waktu sekitar 16 tahun terakhir. Bahkan, sejumlah kejadian memiliki pola yang hampir sama, terutama terkait lokasi jatuhnya proyektil di sekitar kawasan rektorat kampus.

UNP Sudah Mengalami Insiden Serupa Sejak 2010

Sekretaris Universitas Negeri Padang, Erianjoni, membenarkan bahwa kasus peluru nyasar bukan hal baru bagi lingkungan kampus.

Menurutnya, beberapa kejadian serupa pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir dan meninggalkan kekhawatiran bagi civitas akademika.

“Memang ini bukan kali pertama, tetapi saya tidak ingat betul jumlahnya. Kalau mau bisa dicek di jejak digital,” kata Erianjoni, Rabu (3/6/2026).

Rekam Jejak Peluru Nyasar di Kampus UNP

Berdasarkan berbagai catatan yang beredar, kasus peluru nyasar di kawasan Universitas Negeri Padang tercatat terjadi beberapa kali sejak tahun 2010.

Baca Juga :  Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi

Pada 2010, sebuah peluru nyasar melukai mahasiswi Jurusan Sosiologi bernama Astuti.

Kemudian pada 2017, proyektil peluru menghantam jendela lantai tiga Gedung Rektorat UNP pada malam hari. Saat itu tidak ada korban karena kondisi gedung sedang kosong.

Selanjutnya pada Februari 2020, peluru kembali menghantam area kampus. Proyektil berukuran 5,56 milimeter ditemukan di lantai tiga Gedung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

Insiden terbaru kembali terjadi pada 2 Juni 2026 dan menyebabkan dua mahasiswa mengalami luka akibat dugaan peluru nyasar.

Lokasi Kejadian Dinilai Memiliki Pola yang Sama

Alumnus Fakultas Ekonomi UNP, Robi Reynaldi, menilai sebagian besar kasus memiliki kesamaan lokasi kejadian.

Menurutnya, beberapa insiden sebelumnya juga terjadi di sekitar kawasan rektorat kampus.

“Dulu pernah terjadi juga, langsung ke gedung rektorat. Kalau melihat potongan informasi di media sosial, lokasi korban juga berada di depan rektorat. Bisa jadi penyebabnya sama,” ujarnya.

Robi menambahkan posisi kampus yang berdekatan dengan fasilitas lapangan tembak memunculkan dugaan bahwa proyektil tersebut berasal dari aktivitas latihan menembak.

Baca Juga :  Banjir Bandang Solok Dipicu Hujan 94 Mm, Satu Korban Masih Dicari

SPK Sumbar Catat Tujuh Insiden Peluru Nyasar

Sementara itu, Serikat Pekerja Kampus (SPK) Sumatera Barat mencatat jumlah kejadian yang lebih banyak.

Berdasarkan data yang mereka kumpulkan dari berbagai sumber publik, SPK Sumbar mencatat sedikitnya tujuh insiden peluru nyasar terjadi sejak 2010.

Data tersebut mencakup kejadian pada 23 Juni 2010, tahun 2017, tahun 2018, dua kali pada 2019, Februari 2020, dan insiden terbaru pada 2 Juni 2026.

Sekretaris SPK Sumbar, Widia Kemala Sari, menegaskan pihaknya akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut.

“Kami akan terus mengawal perkembangan penanganan kasus ini bersama elemen masyarakat sipil lainnya untuk memastikan keadilan bagi kedua korban,” kata Widia.

Desakan Pengusutan Tuntas Menguat

Berulangnya kasus peluru nyasar di lingkungan kampus memicu desakan agar pihak berwenang mengusut tuntas sumber proyektil yang melukai mahasiswa.

Selain itu, berbagai pihak juga meminta langkah pencegahan yang lebih efektif agar kejadian serupa tidak kembali mengancam keselamatan mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan di lingkungan Universitas Negeri Padang. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Berita Terbaru

Salah satu dapur MBG

Ekonomi & Bisnis

7 Dapur MBG di Padang Panjang Ditutup

Minggu, 1 Nov 2026 - 12:04 WIB