Pemerintah Usulkan Polisi Aktif Bisa Isi Jabatan di BGN dan BPOM

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi polisi(TRIBUNNEWS.com)

Ilustrasi polisi(TRIBUNNEWS.com)

Jakarta, APGtimes.com — Pemerintah mengusulkan anggota Polri aktif dapat mengisi jabatan di Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Usulan tersebut masuk dalam Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) Rancangan Undang-Undang (RUU) Polri yang telah pemerintah serahkan kepada Komisi III DPR RI.

Pemerintah menambahkan Pasal 28A dalam DIM RUU Polri.

Pasal itu mengatur peluang anggota Polri untuk bekerja di luar institusi kepolisian.

Namun, anggota Polri hanya dapat mengisi jabatan yang memiliki keterkaitan dengan fungsi kepolisian.

BGN dan BPOM Masuk Daftar

Pemerintah membagi jabatan tersebut ke dalam tiga bidang utama.

Bidang pertama mencakup pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Komdigi Bidik Internet 100 Mbps pada 2029, Tarif Bulanan Maksimal Rp150.000

Bidang kedua meliputi penegakan hukum.

Sementara itu, bidang ketiga mencakup perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

Pada bidang ketiga, pemerintah memasukkan urusan pengawasan obat dan makanan.

Selain itu, pemerintah juga memasukkan urusan pemenuhan gizi nasional dan pangan.

Karena itu, anggota Polri aktif berpeluang mengisi jabatan di BPOM dan BGN jika revisi UU Polri berlaku.

Pemerintah Jelaskan Dasar Usulan

Pemerintah menilai sejumlah lembaga memiliki hubungan dengan fungsi kepolisian.

Untuk bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, pemerintah mengaitkannya dengan urusan politik dan keamanan.

Pemerintah juga menghubungkannya dengan urusan pemerintahan dalam negeri serta intelijen.

Pada bidang penegakan hukum, pemerintah mengaitkannya dengan kepolisian khusus dan penyidik pegawai negeri sipil.

Baca Juga :  Usai Pasang Ring Jantung di Samarinda, Kawat 2 Cm Ditemukan Tertinggal dan Dituntut Rp5 Miliar

Selain itu, pemerintah juga memasukkan urusan pemberantasan narkotika dan tindak pidana korupsi.

DPR Belum Bahas DIM

DPR belum memulai pembahasan resmi terhadap usulan tersebut.

Panitia Kerja RUU Polri semula menjadwalkan rapat pada Kamis (4/6/2026).

Namun, DPR dan pemerintah menunda rapat itu hingga pekan depan.

Wakil Menteri Hukum Edward Omar Sharif Hiariej mengatakan pemerintah telah menyerahkan 112 DIM kepada DPR.

Menurut Edward, DPR dan pemerintah akan melanjutkan pembahasan pada rapat berikutnya.

Hingga saat ini, DPR belum mengambil keputusan terkait usulan penempatan anggota Polri aktif di BGN dan BPOM. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Minta Patroli Karhutla Diperketat, Sugiono Soroti Munculnya Titik Api Baru
Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam
Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan
Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran
RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali
Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa
Sudaryono Ubah Aturan MBG, Biaya Operasional Rp5.000 per Porsi Kini Dibatasi
Bambang Haryo Minta Kemenhut dan Perhutani Dievaluasi, Penanganan Karhutla Jangan Hanya Sasar 32 Perusahaan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Petani Transmigran Papua Barat Kini Bisa Keringkan 2 Ton Gabah dalam Belasan Jam

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Bulog Cari Pasokan Beras Alternatif, 8-10 Penggilingan Kecil Dilibatkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Kapolri Siapkan Program Poliran, Penganggur hingga Mantan Pengguna Narkotika Jadi Sasaran

Jumat, 30 Oktober 2026 - 19:09 WIB

RUU Perampasan Aset Disorot, DPR Ingin Korban Investasi Bodong Terima Uang Kembali

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Prabowo Siapkan Ambulans Udara, TNI AU Kerahkan 5 Helikopter dan 3 Pesawat Casa

Berita Terbaru