Gempa Susulan M 6 Guncang Gorontalo Setelah Gempa Dahsyat M 7,7 Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 09:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan tsunami Gempabumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 , Senin (8/6/2026)(Dok. Istimewa)

Peringatan tsunami Gempabumi berkekuatan Magnitudo (M) 7,7 , Senin (8/6/2026)(Dok. Istimewa)

Gorontalo, APGtimes.com — Gempa susulan berkekuatan magnitudo (M) 6 mengguncang Gorontalo pada Senin (8/6/2026) pukul 08.55 Wita. Gempa itu muncul setelah gempa besar berkekuatan M 7,7 mengguncang wilayah selatan Mindanao, Filipina.

Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan lokasi gempa susulan berada pada koordinat 5,41 derajat Lintang Utara dan 125,29 derajat Bujur Timur. Titik gempa tersebut berjarak sekitar 201 kilometer barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Kepala Bidang Stasiun Geofisika BMKG Gorontalo, Andri Wijaya, mengatakan gempa susulan itu muncul dari kedalaman 10 kilometer.

“Gempa susulan ini muncul dari kedalaman 10 kilometer,” kata Andri Wijaya, Senin (8/6/2026).

Getaran Capai Sejumlah Wilayah di Sulawesi

Gempa susulan itu mengguncang sejumlah wilayah di Sulawesi meski memiliki kekuatan lebih kecil dibanding gempa utama.

BMKG mencatat gempa mengguncang Kabupaten Gorontalo dengan intensitas III MMI. Gempa juga mengguncang Manado pada skala II-III MMI. Selain itu, gempa mencapai Minahasa Utara dan Kota Gorontalo dengan intensitas II MMI.

Baca Juga :  Krisis Energi Timur Tengah Guncang Asia, Harga Minyak dan Gas Melonjak

Pada skala III MMI, warga dapat merasakan getaran secara nyata di dalam rumah seperti saat truk besar melintas. Pada skala II MMI, sebagian warga merasakan getaran ringan dan benda gantung bergoyang.

Gempa M 7,7 Filipina Berasal dari Zona Subduksi

Sebelumnya, gempa tektonik berkekuatan M 7,7 mengguncang pantai selatan Mindanao, Filipina, pada pukul 07.37.42 Wita.

BMKG mencatat episenter gempa berada pada koordinat 5,80 derajat Lintang Utara dan 125,14 derajat Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 47 kilometer.

Aktivitas subduksi lempeng memicu gempa tersebut. BMKG mengategorikan gempa itu sebagai gempa dangkal setelah menganalisis lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya.

Tumbukan lempeng di kawasan tersebut melepaskan energi besar dan memicu guncangan kuat hingga sejumlah wilayah Indonesia bagian timur.

Baca Juga :  Cara Simpan dan Bungkus Daging Kurban agar Tetap Higienis dan Awet

BMKG Ungkap Mekanisme Sesar Naik

BMKG mengungkapkan hasil analisis mekanisme sumber gempa menunjukkan adanya pergerakan naik atau thrust fault.

Pergerakan sesar naik sering muncul di zona pertemuan lempeng tektonik. Kondisi tersebut dapat memicu perubahan dasar laut dan menghasilkan gelombang tsunami.

Karena itu, BMKG meminta masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah.

BMKG Minta Warga Tetap Waspada

BMKG mengingatkan masyarakat agar hanya mengacu pada informasi resmi dan tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.

Hingga Senin pagi, BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan setelah gempa utama M 7,7 mengguncang Filipina.

Warga Sulawesi Utara, Gorontalo, dan kawasan pesisir lainnya perlu tetap tenang sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak lanjutan gempa tersebut. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027
Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah
Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK
Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan
Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen
Mengapa Kasus Rudapaksa di Pesantren Masih Terus Terjadi? Ini Faktor yang Memicunya
Pertamina Ungkap Solar Subsidi di Sumbar Over Kuota 19 Persen
Jemaah Haji Kloter KJT-04 Akhirnya Pulang Setelah Penerbangan Tertunda
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:09 WIB

BPJS Kesehatan Defisit Rp2 Triliun per Bulan, Terancam Gagal Bayar Juli 2027

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:09 WIB

Jangan Sampai Terlambat, Ini 7 Kondisi yang Mengharuskan Ganti Sertifikat Tanah

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:09 WIB

Tito Karnavian Ungkap Banyak Daerah Mengaku Tak Mampu Bayar Gaji PPPK

Senin, 8 Juni 2026 - 17:09 WIB

Komisi II DPR Tegaskan PPPK dan PPPK Paruh Waktu Tidak Boleh Diberhentikan

Senin, 8 Juni 2026 - 14:09 WIB

Tito Karnavian Soroti Honorer Datang Jam 8 Pulang Jam 10, Kepala Daerah Diminta Stop Rekrutmen

Berita Terbaru

Trofi Piala Dunia yang akan diperebutkan kembali dalam Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko. Piala Dunia 2026 akan menggunakan format baru karena diikuti 48 negara yang dibagi dalam 12 grup di mana dua tim teratas setiap grup plus delapan peringkat ketiga terbaik maju ke babak 32 besar.(TANGKAPAN LAYAR TWITTER FIFA)

Internasional

Iran Tuding AS Cabut Tiket Piala Dunia 2026, FIFA Didesak Bertindak

Selasa, 9 Jun 2026 - 18:09 WIB