Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Senin, 29 Juni 2026. Penguatan tersebut terjadi ketika sebagian besar mata uang Asia justru melemah terhadap dolar AS.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah berada di level Rp17.873 per dolar AS. Posisi tersebut naik 0,27 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.922 per dolar AS.
Rupiah Masuk Jajaran Mata Uang Terkuat di Asia
Ringgit Malaysia memimpin penguatan mata uang Asia setelah mencatat kenaikan 0,44 persen.
Selanjutnya, rupiah menguat 0,27 persen, sedangkan peso Filipina naik 0,05 persen.
Di sisi lain, won Korea Selatan turun 0,52 persen. Baht Thailand melemah 0,11 persen, sedangkan dolar Taiwan dan yuan China masing-masing terkoreksi 0,05 persen.
Selain itu, dolar Singapura turun 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,01 persen, dan dolar Hong Kong terkoreksi 0,006 persen.
Indeks Dolar AS Bertahan
Indeks dolar AS bertahan di level 101,35.
Instrumen tersebut mengukur pergerakan dolar Amerika Serikat terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
Hingga awal pekan ini, nilainya masih sama dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
IHSG Bergerak di Zona Merah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 14,819 poin atau 0,25 persen sehingga berada di level 5.881,315.
Pada awal perdagangan, pelaku pasar sempat mendorong IHSG hingga menyentuh level 5.942,772.
Namun, tekanan jual membuat indeks berbalik melemah sebelum akhirnya memangkas sebagian penurunannya.
Aktivitas Perdagangan Saham
Pelaku pasar mendorong 219 saham ke zona hijau pada awal perdagangan.
Sementara itu, 316 saham bergerak di zona merah.
Adapun 188 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Volume transaksi mencapai 2,909 miliar saham dengan nilai Rp1,647 triliun dari 250.226 kali transaksi. (ys*)









