Jakarta, APGtimes.com – Nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sama-sama melemah pada awal perdagangan Selasa (30/6/2026). Pelaku pasar mendorong rupiah turun ke level Rp17.872 per dollar AS, sementara IHSG terkoreksi lebih dari 2 persen.
Data Bloomberg menunjukkan rupiah turun 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pada saat yang sama, pelaku pasar melepas saham sehingga IHSG merosot 152,765 poin atau 2,62 persen ke posisi 5.668,025 hingga pukul 09.27 WIB.
Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Melemah
Mayoritas mata uang di kawasan Asia bergerak melemah terhadap dollar Amerika Serikat.
Won Korea Selatan mencatat pelemahan terdalam setelah turun 0,49 persen.
Peso Filipina kehilangan 0,18 persen nilainya, sedangkan yen Jepang turun 0,14 persen.
Dollar Taiwan terkoreksi 0,13 persen, kemudian dollar Singapura melemah 0,05 persen.
Selain itu, dollar Hong Kong turun 0,04 persen dan baht Thailand terkoreksi tipis 0,009 persen.
Sebaliknya, ringgit Malaysia menguat 0,37 persen dan menjadi mata uang dengan kinerja terbaik di kawasan.
Yuan China juga mencatat kenaikan tipis sebesar 0,03 persen terhadap dollar AS.
IHSG Turun Tajam
IHSG memulai perdagangan di level 5.801,454 lalu sempat naik ke posisi 5.811,669.
Namun, aksi jual langsung menekan indeks hingga menyentuh level 5.656,724 pada sesi pagi.
Investor memperdagangkan 4,937 miliar saham dengan nilai transaksi mencapai Rp3,710 triliun melalui 343.322 transaksi.
Saham Merah Mendominasi Bursa
Sebanyak 520 saham turun pada awal perdagangan.
Sebaliknya, hanya 84 saham mencatat kenaikan harga.
Sementara itu, 97 saham bergerak tanpa perubahan hingga sesi pagi berlangsung. (aw*)









