Komisi III DPR Bentuk Panja Khusus Awasi Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrohman dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung, Sabtu ((Nicholas Ryan/Kompas.com)

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburrohman dalam jumpa pers di Kejaksaan Agung, Sabtu ((Nicholas Ryan/Kompas.com)

Jakarta, APGtimes.com – Komisi III DPR RI memutuskan membentuk panitia kerja (Panja) khusus untuk mengawasi proses penanganan kasus dugaan korupsi tata kelola batu bara. Langkah tersebut muncul setelah penyidik menetapkan tiga tersangka yang masing-masing berinisial D, R, dan F.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman mengatakan pembentukan Panja merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR terhadap proses penegakan hukum.

DPR Siapkan Rapat Khusus

Habiburokhman menjelaskan Komisi III akan menggelar rapat khusus setelah konferensi pers bersama Kejaksaan Agung dan Polri.

Dalam rapat tersebut, Komisi III akan menetapkan pembentukan Panja yang bertugas mengawasi seluruh proses penanganan perkara.

Baca Juga :  DPR Setujui Anggaran Kemenimipas Rp 25,3 Triliun, Ini Fokus Utamanya

Menurutnya, DPR ingin memastikan seluruh tahapan penyidikan berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Panja Awasi Proses Hukum

Habiburokhman menegaskan Panja akan memantau setiap perkembangan perkara secara rinci.

Selain mengawal proses penegakan hukum, Panja juga akan memastikan aparat menghormati hak-hak para tersangka selama proses hukum berlangsung.

Ia menilai pengawasan DPR penting agar seluruh proses berjalan transparan, profesional, dan sesuai aturan.

DPR Soroti Penetapan Tiga Tersangka

Habiburokhman menyebut masyarakat menunggu kepastian hukum dalam perkara dugaan korupsi tata kelola batu bara.

Ia mengatakan penyidik telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dengan inisial D, R, dan F.

Baca Juga :  MK Pisahkan Anggaran MBG dari Pendidikan, DPR Minta Dana Sekolah Kembali Jadi Prioritas

Menurutnya, salah satu tersangka berinisial F sebelumnya menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Pastikan Tidak Ada Friksi Antarinstansi

Komisi III juga ingin memastikan penanganan perkara tidak memicu gesekan di antara aparat penegak hukum.

Habiburokhman menegaskan perkara tersebut berkaitan dengan dugaan perbuatan individu, bukan institusi.

Karena itu, DPR mendorong Polri dan Kejaksaan Agung tetap menjaga koordinasi selama proses penyidikan berlangsung.

Di akhir keterangannya, Habiburokhman menegaskan DPR, Polri, dan Kejaksaan Agung memiliki komitmen yang sama untuk mengawal penyelesaian perkara hingga tuntas sesuai koridor hukum. (ys*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gerindra Tegaskan Keakraban Prabowo-Pramono di LRT Bukan Agenda Politik 2029
Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua
94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan
Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis
Airlangga Bertemu PM Kanada Mark Carney, Bahas Perdagangan hingga Investasi Mineral Kritis
Tito Minta Pemda Segera Gunakan Anggaran Karhutla Rp760 Miliar
Prabowo Sebut 328 BUMN Ditutup, Penghematan Anggaran Capai Rp50 Triliun
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 23:09 WIB

Gerindra Tegaskan Keakraban Prabowo-Pramono di LRT Bukan Agenda Politik 2029

Kamis, 17 September 2026 - 21:09 WIB

Natalius Pigai Minta TNI-Polri Buka Data Jumlah Personel di Papua

Kamis, 17 September 2026 - 20:09 WIB

Kamis, 17 September 2026 - 18:09 WIB

94 Korban Gempa NTT Meninggal di Pengungsian, DPR Minta Pemerintah Audit Layanan Kesehatan

Kamis, 17 September 2026 - 16:09 WIB

Cara Cek PBI JK September 2026 Lewat HP, Ketahui Status BPJS Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai ketika memberikan sambutan dalam acara forum koordinasi Kebijakan HAM, Kamis (17/9/2026)(Febryan Kevin/Kompas.com )

Nasional

Kamis, 17 Sep 2026 - 20:09 WIB