Mulai 1 Oktober 2026, Seluruh SPBU di Indonesia Target Jual B50

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 14 Juli 2026 - 13:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Biosolar B50(Pertamina)

Biosolar B50(Pertamina)

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah mempercepat implementasi program biodiesel B50 sebagai langkah memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM). Setelah memasuki masa transisi sejak 1 Juli 2026, pemerintah menargetkan seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai menjual B50 secara penuh pada 1 Oktober 2026.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, mengatakan masa transisi selama tiga bulan bertujuan memastikan seluruh proses distribusi dan kesiapan infrastruktur berjalan optimal sebelum penerapan penuh.

Menurutnya, penerapan B50 menjadi bagian dari strategi nasional untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dalam negeri.

Indonesia Jadi Pelopor Penerapan B50

Qodari menjelaskan Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan biodiesel B50 secara nasional. Program tersebut mewajibkan penggunaan bahan bakar yang terdiri dari 50 persen solar dan 50 persen biodiesel berbahan dasar minyak nabati.

Pemerintah sebenarnya telah memulai program biodiesel sejak 2008 melalui campuran B2,5. Setelah itu, pemerintah terus meningkatkan kadar biodiesel secara bertahap hingga akhirnya mencapai B50 pada 2026.

Baca Juga :  Jangan Sampai STNK Terblokir, Begini Cara Cek Tilang ETLE Online dengan Mudah

Menurut Qodari, kebijakan tersebut tidak hanya bertujuan mengurangi impor BBM, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

B50 Berpotensi Hemat Devisa Rp170 Triliun

Pemerintah memperkirakan implementasi B50 mampu menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun sepanjang 2026. Penghematan itu berasal dari berkurangnya kebutuhan impor solar yang selama ini masih menjadi salah satu beban neraca perdagangan energi.

Selain itu, pemerintah memperkirakan program tersebut mampu meningkatkan nilai tambah industri minyak sawit mentah (CPO) hingga Rp23,49 triliun.

Tidak hanya itu, penerapan B50 juga berpotensi menciptakan sekitar 2,1 juta lapangan kerja di berbagai sektor yang berkaitan dengan industri biodiesel.

Dorong Pengurangan Emisi Karbon

Selain memberikan manfaat ekonomi, program B50 juga mendukung upaya pemerintah menekan emisi gas rumah kaca.

Pemerintah memperkirakan penggunaan biodiesel B50 mampu mengurangi emisi karbon hingga 44,46 juta ton CO2 sepanjang tahun ini. Karena itu, program tersebut diharapkan ikut mendukung target transisi energi dan pembangunan rendah emisi.

Baca Juga :  Pemprov Sumbar Siapkan 6 Langkah Atasi Antrean Solar Subsidi, TNI-Polri Awasi SPBU

Pemerintah Pastikan Pasokan dan Distribusi Siap

Pemerintah terus melakukan berbagai persiapan agar implementasi B50 berjalan lancar. Salah satunya dengan menguji penggunaan B50 pada berbagai jenis kendaraan dan mesin diesel.

Selain itu, pemerintah juga memastikan kapasitas produksi biodiesel tetap mencukupi. Pemerintah turut memperkuat ketersediaan bahan baku, fasilitas pencampuran (blending), hingga jaringan distribusi ke seluruh wilayah Indonesia.

Qodari menegaskan seluruh langkah tersebut bertujuan memastikan masyarakat dapat menggunakan B50 dengan aman ketika seluruh SPBU mulai memasarkannya pada 1 Oktober 2026.

B50 Jadi Bagian Strategi Kemandirian Energi

Pemerintah menilai kemandirian energi menjadi salah satu fondasi penting bagi ketahanan nasional. Oleh karena itu, pemerintah terus mendorong pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri melalui program B50.

Melalui kebijakan tersebut, pemerintah berharap Indonesia tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap impor BBM, tetapi juga memperkuat perekonomian nasional, meningkatkan daya saing industri, serta menciptakan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan sektor energi.

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship
Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif
Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar
Prabowo Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Pesan Tegas untuk Aparatur Baru
Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:09 WIB

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:09 WIB

Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:09 WIB

Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Berita Terbaru

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.(AFP/FREDERIC J BROWN)

Internasional

FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia? UEFA Langsung Bereaksi Keras

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:09 WIB