Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah memperkuat peran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) untuk melindungi petani sekaligus memperkuat ekonomi desa. Melalui koperasi tersebut, pemerintah akan membeli hasil panen ketika harga gabah turun di bawah harga yang telah ditetapkan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan Koperasi Desa Merah Putih akan menjalankan fungsi sebagai offtaker atau pembeli hasil panen petani. Dengan kebijakan itu, pemerintah ingin memastikan petani tetap memperoleh harga yang layak setiap musim panen.
Selain melindungi harga hasil pertanian, pemerintah juga menyiapkan koperasi sebagai pusat penyaluran berbagai bantuan sosial dan barang bersubsidi di seluruh Indonesia.
Koperasi Desa Beli Gabah Saat Harga Turun
Zulkifli Hasan menegaskan pemerintah berpihak kepada petani. Karena itu, pemerintah menetapkan Koperasi Desa Merah Putih sebagai pembeli gabah apabila harga pasar turun di bawah Rp6.500 per kilogram.
Langkah tersebut bertujuan menjaga pendapatan petani sekaligus mencegah permainan harga saat produksi meningkat.
Menurut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto bersama kementerian terkait telah menyepakati kebijakan tersebut dalam rapat terbatas.
Pemerintah Serap Jagung dan Hasil Tangkapan Nelayan
Tidak hanya gabah, skema perlindungan harga juga berlaku untuk komoditas jagung.
Apabila harga jagung turun di bawah harga acuan, Koperasi Desa Merah Putih akan langsung membeli hasil panen petani.
Sementara itu, Koperasi Nelayan Merah Putih akan menyerap hasil tangkapan nelayan ketika harga ikan mengalami penurunan tajam. Langkah ini bertujuan menjaga pendapatan nelayan sekaligus menstabilkan harga komoditas pangan.
Kopdes Jadi Pusat Bantuan dan Barang Subsidi
Melalui Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah akan menyalurkan berbagai program bantuan kepada masyarakat.
Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tunai untuk masyarakat desil 1 dan 2, bantuan pangan, beras SPHP, hingga bantuan alat pertanian akan tersedia melalui koperasi tersebut.
Di sisi lain, masyarakat juga dapat memperoleh pupuk bersubsidi, LPG 3 kilogram, serta kredit bersubsidi di lokasi yang sama.
Dengan konsep layanan terpadu itu, warga desa tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk mengakses berbagai bantuan dan kebutuhan bersubsidi.
Infrastruktur Kopdes Dikebut
Saat ini, pemerintah terus mempercepat pembangunan jaringan Koperasi Desa Merah Putih di berbagai daerah.
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita bersama PT Agrinas Pangan Nusantara terus menyiapkan infrastruktur pendukung agar koperasi segera beroperasi.
Targetnya, sekitar 35.800 Koperasi Desa Merah Putih mulai beroperasi pada akhir Agustus 2026. Setelah seluruh gerai siap, pemerintah akan mengisi setiap koperasi dengan barang subsidi dan bantuan sehingga masyarakat dapat langsung memanfaatkan seluruh layanan.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap Koperasi Desa Merah Putih mampu meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, dan masyarakat desa sekaligus memperkuat distribusi bantuan hingga ke seluruh Indonesia. (de*)









