Jakarta, APGtimes.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengakui masih memiliki utang kepada sejumlah pihak ketiga senilai Rp1,609 triliun. Nilai tersebut tercantum dalam Laporan Keuangan Audited Tahun Anggaran 2025 dan menjadi pembahasan dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IX DPR RI.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BGN Agustina Arumsari menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh mitra yang belum menerima pembayaran. Ia menegaskan BGN tetap berkomitmen melunasi seluruh kewajiban pada tahun 2026.
BGN Sampaikan Permintaan Maaf kepada Mitra
Dalam rapat bersama Komisi IX DPR, Agustina mengakui masih banyak tagihan dari berbagai mitra kerja yang belum terselesaikan.
Ia meminta maaf kepada seluruh pihak ketiga yang masih menunggu pembayaran.
Menurut Agustina, proses administrasi membuat BGN belum dapat mencairkan seluruh tagihan.
Karena itu, BGN terus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan agar pembayaran dapat segera berlangsung.
Pembangunan Dapur MBG Jadi Komponen Utang Terbesar
BGN memaparkan rincian kewajiban yang muncul pada Tahun Anggaran 2025.
Belanja modal untuk pembangunan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi komponen terbesar dengan nilai sekitar Rp1,04 triliun.
Selain itu, BGN juga mencatat kewajiban untuk belanja bahan, sertifikasi SPPG, jasa konsultan, sewa kendaraan, honor narasumber, jasa lainnya, pembayaran kepada Universitas Pertahanan, perjalanan dinas, dan bantuan pemerintah Program MBG.
Seluruh komponen tersebut mendorong total kewajiban BGN mencapai sekitar Rp1,609 triliun.
BGN Ajukan Revisi Anggaran
BGN saat ini mengajukan revisi anggaran kepada Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan.
DJA akan meninjau usulan tersebut sebelum membuka anggaran melalui mekanisme Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).
Kuasa Pengguna Anggaran, Inspektorat internal, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) juga memeriksa seluruh dokumen pendukung.
Langkah itu bertujuan memastikan setiap pembayaran memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku.
BGN Optimistis Melunasi Seluruh Utang
Agustina memastikan BGN akan menyelesaikan seluruh tunggakan pada tahun 2026.
Ia mengatakan sebagian pembayaran dapat segera berjalan setelah proses verifikasi dan review selesai.
Sementara itu, pemerintah masih memblokir sebagian alokasi anggaran sehingga BGN harus menunggu proses administrasi selesai.
Meski begitu, BGN optimistis seluruh kewajiban kepada pihak ketiga dapat lunas pada tahun ini tanpa mengganggu pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. (aw*)









