Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat konferensi pers, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (28/7/2027).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono saat konferensi pers, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (28/7/2027).(KOMPAS.com/FIRDA JANATI)

Jakarta, APGtimes.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono merespons temuan dugaan pemborosan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) senilai Rp10,5 triliun per tahun. Ia menegaskan BGN siap mendukung proses hukum yang dijalankan Kejaksaan Agung (Kejagung).

Sudaryono mengaku belum memiliki informasi yang cukup untuk menilai hasil audit tersebut. Karena itu, ia memilih menghormati proses hukum yang sedang berlangsung.

“Saya enggak ada referensi untuk berkomentar. Itu ranah penegak hukum, jadi kita ikuti saja prosesnya,” kata Sudaryono di Kantor BGN, Jakarta, Rabu.

Baca Juga :  Presiden Rombak Pimpinan BGN, Nanik S Deyang Gantikan Dadan Hindayana

Ia juga memastikan BGN akan bersikap kooperatif. Jika penyidik meminta data, dokumen, atau keterangan, BGN siap memenuhi kebutuhan penyidikan.

“Kalau penegak hukum meminta data, saksi, atau informasi lain, kami siap memberikan dukungan penuh agar proses hukum berjalan dengan terang,” ujarnya.

Sebelumnya, tim jaksa Kejagung mengungkap temuan audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dalam sidang praperadilan mantan Wakil Kepala BGN, Lodewyk Pusung.

Jaksa menyebut audit tersebut menemukan dugaan pemborosan Program Makan Bergizi Gratis yang nilainya mencapai Rp10,5 triliun setiap tahun.

Baca Juga :  WNA Jadi Dirut PT DSI, Langkah Prabowo Putus Mafia Ekspor SDA Picu Pro Kontra

Namun, jaksa menegaskan sidang praperadilan hanya memeriksa aspek formal penetapan tersangka. Sementara itu, majelis hakim akan menguji dugaan kerugian negara dan unsur pidana dalam sidang pokok perkara.

Selain audit BPKP, penyidik juga mengumpulkan keterangan saksi, pendapat ahli, dokumen, serta barang bukti elektronik. Seluruh bukti itu menjadi dasar penyidikan dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.

Pihak Kejagung menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan. Sementara itu, BGN menyatakan siap mendukung seluruh tahapan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship
Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar
Prabowo Resmi Lantik 1.204 Pamong Praja Muda IPDN, Pesan Tegas untuk Aparatur Baru
Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya
BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Makin Kuat, Pengamat Ungkap 11 Pejabat yang Layak Dievaluasi
Membludak! Pendaftar Magang Nasional 2026 Capai 300 Ribu, Kuota Tahap I Cuma 50 Ribu
Prabowo Resmikan 7 Kejari Baru, Kejagung Langsung Siapkan Kantor dan Operasional
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:09 WIB

Enam Dokter Magang Meninggal pada 2026, Kemenkes Akhirnya Evaluasi Program Internship

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:09 WIB

Sudaryono Buka Suara soal Dugaan Pemborosan MBG Rp10,5 Triliun, BGN Siap Kooperatif

Rabu, 29 Juli 2026 - 16:09 WIB

Kabar Baik dari Kerinci Seblat, Dua Anak Harimau Sumatera Tumbuh Sehat di Alam Liar

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:09 WIB

Zulhas Tegaskan Kopdes Merah Putih Tak Matikan Warung dan UMKM, Ini Peran Utamanya

Selasa, 28 Juli 2026 - 21:09 WIB

BPJS Kesehatan PBI Nonaktif? Begini Cara Mengaktifkannya Kembali dengan Mudah

Berita Terbaru

Presiden FIFA Gianni Infantino saat tiba untuk peluncuran kampanye Piala Dunia 2026 #WeAre26 di Los Angeles, Negara Bagian California, 17 Mei 2023.(AFP/FREDERIC J BROWN)

Internasional

FIFA Mau Jual Saham Piala Dunia? UEFA Langsung Bereaksi Keras

Rabu, 29 Jul 2026 - 17:09 WIB