Jakarta, APGtimes.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, memastikan pemerintah mulai menyusun solusi untuk mengatasi banyaknya sekolah dasar negeri yang kekurangan siswa.
Abdul Mu’ti mengatakan dirinya telah berkomunikasi dengan Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, agar pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang menyelesaikan persoalan tersebut secara menyeluruh.
Pemerintah Cari Solusi Jangka Panjang
Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah tidak ingin hanya menggabungkan sekolah yang memiliki sedikit murid. Sebaliknya, pemerintah juga ingin memastikan para guru tetap memperoleh kepastian penempatan setelah kebijakan berjalan.
Karena itu, pemerintah kini menyusun mekanisme mutasi guru agar proses belajar mengajar tetap berlangsung tanpa hambatan.
Selain menyusun aturan tersebut, pemerintah juga menargetkan penyelesaian persoalan sekolah kekurangan siswa sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Tiga Faktor Penyebab SD Negeri Sepi Murid
Abdul Mu’ti mengungkapkan hasil pendataan Kemendikdasmen menunjukkan tiga penyebab utama berkurangnya jumlah siswa di SD negeri.
Pertama, jumlah anak usia sekolah dasar terus menurun di sejumlah daerah sehingga jumlah calon peserta didik ikut berkurang.
Kedua, pemerintah pada masa lalu membangun banyak SD Inpres di hampir setiap desa. Akibatnya, jumlah sekolah dasar meningkat, sementara jumlah anak tidak bertambah sebanding.
Ketiga, semakin banyak keluarga muda memilih sekolah swasta untuk pendidikan anak mereka. Kondisi itu membuat jumlah pendaftar di SD negeri terus menurun.
Orang Tua Pilih Sekolah Terdekat
Selain memilih sekolah swasta, banyak orang tua juga mempertimbangkan jarak sekolah dari rumah.
Mereka lebih sering mendaftarkan anak ke sekolah yang lokasinya lebih dekat karena lebih praktis dan memudahkan aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, pemerintah terus menyusun langkah yang mampu mengatasi kekurangan siswa di SD negeri tanpa mengganggu pemerataan layanan pendidikan maupun penugasan guru di berbagai daerah. (de*)









