KPK Telusuri Dugaan Suap Importasi Barang, Bidik Aliran Dana ke Oknum Bea Cukai

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Logo KPK.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Logo KPK.(ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Jakarta, APGtimes.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi importasi barang. Penyidik kini menelusuri dugaan aliran suap dari pihak swasta kepada sejumlah oknum pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

KPK memeriksa dua saksi untuk memperkuat penyidikan. Mereka ialah ASN Ditjen Bea dan Cukai Umar Khayam serta Sekretaris Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW), Iskandar Ponsel Sitorus.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik mengonfirmasi keterangan kedua saksi. Langkah itu bertujuan mengungkap mekanisme importasi barang di lapangan.

KPK Telusuri Dugaan Pengaturan Jalur Impor

Penyidik mendalami dugaan pengaturan jalur hijau dan jalur merah dalam proses impor. KPK juga mencari bukti dugaan suap dari importir maupun perusahaan jasa pengurusan barang atau forwarder.

Budi menjelaskan penyidik mengumpulkan seluruh informasi secara bertahap. Mereka ingin memetakan pola transaksi dan peran setiap pihak dalam perkara tersebut.

Baca Juga :  Daftar 94 Pinjol Resmi OJK Juni 2026, Cek Legalitas Sebelum Ajukan Pinjaman

KPK meyakini pemeriksaan saksi akan memperkuat alat bukti. Penyidik juga terus mencocokkan setiap keterangan yang masuk.

Dua Sprindik Baru Perluas Penyidikan

Kasus ini merupakan pengembangan perkara suap importasi barang yang sebelumnya menjerat pemilik PT Blueray Cargo Group, John Field, dan sejumlah pihak lain.

Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein mengatakan lembaganya menerbitkan dua Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) baru. Penyidik mengambil langkah itu setelah menganalisis fakta yang muncul selama persidangan.

Analisis tersebut menunjukkan dugaan aliran dana sekitar Rp91 miliar. Dana itu mengalir ke beberapa klaster penerima.

Baca Juga :  Kemenhaj Usul Tambahan Anggaran Rp1,84 Triliun, Layanan Haji 2027 Terancam Terganggu

Salah satu klaster mengarah kepada oknum pejabat Bea dan Cukai. Klaster lainnya masih berkaitan dengan perkara berbeda yang tetap berhubungan dengan kasus importasi barang.

Penyidik Terus Kumpulkan Bukti

KPK sudah menetapkan tersangka dalam klaster yang berkaitan dengan pejabat Bea dan Cukai. Namun, penyidik belum mengumumkan identitas tersangka kepada publik.

Penyidik masih mengembangkan klaster lain melalui penyidikan umum. Mereka terus memeriksa saksi dan menelusuri aliran dana.

KPK menegaskan proses hukum masih berjalan. Penyidik akan membuka identitas tersangka setelah seluruh kebutuhan penyidikan terpenuhi.

Lembaga antirasuah itu juga berkomitmen mengusut seluruh pihak yang diduga terlibat. KPK ingin membongkar praktik suap yang diduga memengaruhi proses importasi barang di Indonesia. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Indonesia
Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi
Natalius Pigai Usul Pendidikan HAM Punya Kurikulum dan Buku Khusus
Komdigi Kirim 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT
Prabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Penanganan Karhutla
KPK Pastikan Mahasiswa Terkait Kasus Korupsi Unsoed Tetap Bisa Kuliah
Menkes Ingatkan Bahaya Asap Karhutla, PM2,5 Bisa Picu ISPA
Prabowo Kerahkan TNI-Polri Tangani Karhutla di 4 Provinsi Kalimantan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:59 WIB

TNI Siagakan 66.510 Personel untuk Tangani Karhutla di Indonesia

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 23:09 WIB

Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:09 WIB

Natalius Pigai Usul Pendidikan HAM Punya Kurikulum dan Buku Khusus

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:09 WIB

Komdigi Kirim 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Prabowo Tiba di Kalimantan, Langsung Cek Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto saat meninjau salah satu titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).(Dokumentasi YouTube Sekretariat Presiden)

Nasional

Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:09 WIB