Jakarta, APGtimes.com – Orangtua perlu lebih bijak mengatur penggunaan ponsel pada anak. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengingatkan agar orangtua tidak menjadikan ponsel sebagai cara utama untuk menenangkan anak ketika rewel.
Komisioner KPAI Kawiyan meminta keluarga menyediakan berbagai kegiatan pengganti. Anak dapat bermain, membaca, berolahraga, berkesenian, atau menghabiskan waktu bersama anggota keluarga.
KPAI Ingatkan Bahaya Menjadikan Ponsel sebagai Pengasuh
Kawiyan menyampaikan imbauan tersebut setelah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkap durasi screen time anak Indonesia yang mencapai 5 hingga 7 jam setiap hari.
Menurut Kawiyan, kebiasaan memberikan ponsel setiap kali anak menangis atau rewel dapat membuat anak semakin bergantung pada perangkat digital.
Orangtua perlu membiasakan anak melakukan aktivitas lain. Cara tersebut membantu anak mengenal berbagai kegiatan yang tidak bergantung pada layar.
Orangtua Perlu Membuat Aturan Penggunaan Gawai
KPAI juga meminta orangtua menetapkan aturan penggunaan gawai di rumah. Orangtua perlu menentukan kapan anak boleh menggunakan ponsel dan kapan mereka harus berhenti.
Orangtua juga dapat menggunakan fitur parental control yang tersedia pada perangkat dan platform digital. Fitur tersebut membantu keluarga mengawasi aktivitas anak saat menggunakan internet.
Selain mengatur durasi, orangtua perlu mengetahui jenis permainan dan media sosial yang anak gunakan. Pengawasan tidak cukup hanya dengan melihat berapa lama anak memegang ponsel.
Jangan Hanya Mengawasi Durasi Screen Time
Kawiyan mendorong orangtua membangun komunikasi terbuka dengan anak. Orangtua perlu mengetahui aktivitas anak selama menggunakan perangkat digital.
Pertanyaan kepada anak juga sebaiknya tidak hanya berkaitan dengan durasi penggunaan ponsel. Orangtua dapat menanyakan konten yang anak lihat, permainan yang dimainkan, hingga orang yang berinteraksi dengan mereka.
Pendekatan tersebut membuat orangtua lebih memahami kebiasaan digital anak. Cara ini juga membantu keluarga mengantisipasi konten atau interaksi yang tidak sesuai dengan usia anak.
Orangtua Harus Memberikan Contoh
Kawiyan menekankan bahwa pembatasan penggunaan ponsel membutuhkan contoh dari orangtua. Anak akan lebih mudah mengikuti aturan jika melihat orangtuanya juga membatasi penggunaan gawai.
Karena itu, orangtua sebaiknya tidak terus-menerus menggunakan ponsel ketika meminta anak mengurangi screen time.
Komunikasi menjadi bagian penting dalam menerapkan aturan tersebut. Orangtua perlu menjelaskan alasan pembatasan penggunaan ponsel agar anak memahami manfaatnya, bukan sekadar merasa mendapat larangan.
Dengan pendampingan yang konsisten, keluarga dapat membantu anak membangun kebiasaan digital yang lebih sehat. Orangtua juga tetap perlu menyediakan aktivitas menarik agar anak tidak menjadikan ponsel sebagai satu-satunya sumber hiburan. (de*)









