Mojtaba Khamenei Tunjuk 6 Komandan Baru, Iran Siapkan Diri Hadapi Konflik Panjang

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menunjuk enam komandan militer senior baru pada Senin (10/8/2026).(KHAMENEI.IR via AFP)

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menunjuk enam komandan militer senior baru pada Senin (10/8/2026).(KHAMENEI.IR via AFP)

Teheran, APGtimes.com – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menunjuk enam komandan militer senior baru pada Senin (10/8/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Iran membangun kembali struktur komando setelah serangkaian serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel menewaskan sejumlah pejabat senior.

Penunjukan tersebut mencakup sejumlah posisi penting di angkatan bersenjata Iran, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), dan pasukan paramiliter Basij.

Khamenei menunjuk Ali Abdollahi sebagai kepala staf angkatan bersenjata Iran. Ia juga memilih Kioumars Heydari sebagai wakil kepala staf.

Selain itu, Khamenei mengangkat Ahmad Vahidi sebagai panglima IRGC. Ia sekaligus menaikkan pangkat Vahidi menjadi mayor jenderal.

Mostafa Izadi kini menjabat wakil komandan IRGC. Sementara itu, Ali Azmaei memimpin Angkatan Laut IRGC dan Hossein Taeb memimpin pasukan Basij.

Iran Siapkan Struktur Komando Baru

Pakar kontraterorisme Dr Omar Mohammed menilai penunjukan tersebut memiliki pesan strategis. Direktur Antisemitism Research Initiative di Program on Extremism, George Washington University, itu menyoroti waktu pengumuman dan bahasa yang digunakan pemerintah Iran.

Menurut Mohammed, kantor Mojtaba Khamenei mengumumkan penunjukan tersebut dalam bahasa Inggris melalui media sosial X. Pengumuman itu muncul ketika negosiator Iran dan Oman membahas koordinat rute pelayaran yang diusulkan melalui Selat Hormuz.

Baca Juga :  China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik

Mohammed menilai urutan tersebut menunjukkan bahwa Iran ingin memperkuat struktur komando sebelum mengambil keputusan terkait kesepakatan apa pun.

Ia juga menyoroti istilah “musuh Zionis-Amerika” dalam pengumuman resmi Iran. Istilah tersebut merujuk pada pihak yang Iran anggap bertanggung jawab atas kematian sejumlah komandan militer.

Menurut Mohammed, penggunaan istilah itu menunjukkan bahwa Iran menempatkan AS sebagai pihak yang terlibat langsung dalam konflik.

Komandan IRGC Diminta Siap Operasi

Perombakan tersebut tidak sekadar mengisi posisi yang kosong. Mohammed mengatakan Mojtaba Khamenei juga memberi Ahmad Vahidi instruksi untuk mempertahankan kesiapan menghadapi operasi ofensif.

Sementara itu, Ali Abdollahi mendapat tugas mengintegrasikan Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran ke dalam Khatam Al-Anbiya. Struktur tersebut berfungsi sebagai komando gabungan Iran pada masa perang.

Mohammed menilai langkah Iran berbeda dari pola negara yang hendak mengakhiri konflik.

“Negara-negara yang keluar dari konflik membongkar struktur komando masa perang mereka, tetapi Iran justru sedang melembagakannya,” kata Mohammed.

Baca Juga :  Iran Tuduh AS Langgar Kesepakatan Damai, Ketegangan Timur Tengah Memanas Lagi

Ia menilai rangkaian keputusan tersebut menunjukkan bahwa Iran tengah mempersiapkan diri menghadapi konfrontasi yang berlangsung lama.

Iran Bangun Kembali Kepemimpinan

Perombakan militer berlangsung ketika Iran masih membangun kembali struktur politik dan pertahanannya. Serangan AS dan Israel sebelumnya menewaskan sejumlah pejabat senior Iran.

Ayatollah Ali Khamenei, yang memimpin Iran sejak 1989, meninggal dunia dalam serangan pada 28 Februari. Peristiwa tersebut menandai awal perang.

Mojtaba Khamenei kemudian terpilih sebagai pemimpin tertinggi baru Iran pada Maret.

Pada 17 Maret, Ali Larijani turut tewas dalam serangan. Saat itu, Larijani menjabat sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan menjadi salah satu tokoh penting dalam urusan keamanan serta kebijakan luar negeri.

Komandan Basij Gholamreza Soleimani juga meninggal dalam serangan tersebut.

Namun, Mohammed menilai pembenahan struktur militer Iran belum mencakup seluruh aparat intelijen. Iran belum mengumumkan ketua baru untuk Organisasi Intelijen IRGC maupun badan kontraintelijennya.

Iran juga masih belum memiliki menteri pertahanan dan menteri intelijen permanen. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall, Gagang Pintu Jadi Masalah
Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye
29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak
Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan
Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam
China Temukan Jalur Baru ke Eropa, Cuma 18 Hari Lewat Laut Es Arktik
Festival Indonesia di Chiba Ricuh, KBRI Tokyo Pastikan Tak Ada WNI Ditahan
108 Sekolah di Sarawak Ditutup, Kabut Asap Makin Parah dan 3.853 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:09 WIB

4,3 Juta Mobil Listrik di China Direcall, Gagang Pintu Jadi Masalah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Sebelum Israel Serang Suriah, Kepala Mossad Telepon Menlu Bahas Turkiye

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:09 WIB

29 Negara Bagian AS Gugat Meta, Facebook dan Instagram Disorot soal Anak

Rabu, 19 Agustus 2026 - 10:09 WIB

Korea Utara Murka, Kecam Latihan Militer AS-Korea Selatan

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:30 WIB

Iran Bersiap Perang Lebih Besar, Selat Hormuz Makin Tegang dan Jalur Kapal Terancam

Berita Terbaru

Tangkapan layar Presiden Prabowo Subianto saat meninjau salah satu titik lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat, Sabtu (22/8/2026).(Dokumentasi YouTube Sekretariat Presiden)

Nasional

Prabowo Tinjau Karhutla Kalbar, 3.704 Hotspot Terdeteksi

Sabtu, 22 Agu 2026 - 23:09 WIB