Anggaran Ketahanan Pangan 2027 Capai Rp195,3 Triliun, Naik 2,3 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027, Jumat (14/8/2026).(KOMPAS.com/DEBRINATA RIZKY )

Jakarta, APGtimes.com – Pemerintah menyiapkan anggaran ketahanan pangan sebesar Rp195,3 triliun untuk 2027. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut angka itu naik 2,3 persen dari anggaran ketahanan pangan pada 2026.

Kenaikan tersebut memperlihatkan perhatian pemerintah terhadap sektor pangan. Selain itu, pemerintah tetap menjadikan ketahanan pangan sebagai prioritas di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan.

Purbaya menyampaikan angka tersebut dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027, Jumat (14/8/2026).

“Anggaran ketahanan pangan juga tetap tinggi di Rp195,3 triliun, tumbuh sekitar 2,3 persen dibandingkan anggaran yang sama di tahun 2026 ini,” kata Purbaya.

Baca Juga :  The Economist Soroti Pemerintahan Prabowo, Pakar Sebut Dunia Kini Lihat Situasi Nyata Indonesia

Pemerintah Targetkan Ekonomi Tumbuh 6 Persen

Selain mengalokasikan anggaran untuk ketahanan pangan, pemerintah juga menyiapkan kebijakan fiskal ekspansif pada 2027. Kebijakan tersebut bertujuan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 6 persen pada 2027. Sementara itu, pemerintah memperkirakan defisit APBN 2027 berada di level 2,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Ekonomi diproyeksikan tumbuh sekitar 6 persen,” ujar Purbaya.

Menurut Purbaya, kondisi ekonomi global masih menghadirkan berbagai tantangan pada tahun depan. Meski demikian, pemerintah optimistis mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Purbaya menilai pengalaman pemerintah dalam menghadapi gejolak ekonomi menjadi modal penting. Pemerintah juga telah menerapkan berbagai respons kebijakan selama tiga triwulan terakhir untuk mengurangi dampak ketidakpastian global.

Baca Juga :  IHSG Anjlok 3,09 Persen Sepekan, Kapitalisasi Pasar BEI Turun Rp361 Triliun

“Kita sudah punya pengalaman yang cukup, dan kita sudah praktikkan dalam tiga triwulan terakhir, bahwa kita, pemerintah, bisa mengeluarkan respons kebijakan yang cukup baik, yang bisa mengurangi dampak ketidakpastian global terhadap perekonomian Indonesia,” jelasnya.

Dengan anggaran Rp195,3 triliun, pemerintah berharap sektor pangan semakin kuat pada 2027. Pada saat yang sama, pemerintah akan terus menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan nasional di tengah ketidakpastian global. (de*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Luhut Tegaskan Indonesia Tak Akan Kolaps, Investor Diminta Jangan Ragu Tanam Modal
Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama
Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen
Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB
Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara
Harga Emas Antam Hari Ini 3 Oktober 2026 Turun, 1 Gram Jadi Rp2,574 Juta
PPh 21 2027 Berlanjut, Pekerja Bergaji di Bawah Rp10 Juta Jadi Sasaran
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini 7 Oktober 2026, Antam Tembus Rp2,6 Juta per Gram

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.908, Analis Prediksi Penguatan Tak Akan Lama

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:09 WIB

Pemerintah Butuh Investasi hingga Rp2.258 Triliun untuk Kejar Ekonomi 6 Persen

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Suahasil Nazara Tegaskan Batas Defisit APBN 3 Persen dan Utang 60 Persen PDB

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Dana Abadi Kebencanaan Rp8,3 Triliun Dikelola BPDLH, Hasilnya Biayai Asuransi Aset Negara

Berita Terbaru