Apple Masih Jadi Raja Smartwatch, Kuasai 46 Persen Pasar Global

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Apple Watch Ultra 3, Watch SE 3, dan Watch Series 11 ditenagai sistem operasi WatchOS 26 terbaru.(Apple)

Apple Watch Ultra 3, Watch SE 3, dan Watch Series 11 ditenagai sistem operasi WatchOS 26 terbaru.(Apple)

Cupertino, APGtimes.com – Apple masih memimpin pasar smartwatch global pada kuartal II 2026. Perusahaan asal Amerika Serikat itu menguasai 46 persen pengiriman jam tangan pintar di seluruh dunia.

Data tersebut berasal dari laporan perusahaan riset pasar Omdia untuk periode April hingga Juni 2026. Data itu menunjukkan hampir separuh smartwatch yang beredar pada periode tersebut merupakan Apple Watch.

Meski tetap memimpin, pangsa pasar Apple turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada kuartal II 2025, Apple menguasai 48 persen pasar smartwatch global.

Apple Masih Unggul dari Pesaing

Apple tetap berada jauh di depan para pesaingnya. Bahkan, pangsa Apple masih lebih besar dibandingkan gabungan Samsung, Garmin, Huawei, dan XTC (imoo).

Samsung dan Garmin masing-masing menguasai 15 persen pengiriman smartwatch global pada kuartal II 2026. Huawei berada di posisi berikutnya dengan 7 persen.

Sementara itu, XTC (imoo) menguasai 6 persen pasar. Jika digabung, empat merek tersebut hanya mencapai 43 persen.

Berikut pangsa pasar lima vendor smartwatch terbesar menurut Omdia:

  • Apple: 46 persen
  • Samsung: 15 persen
  • Garmin: 15 persen
  • Huawei: 7 persen
  • XTC (imoo): 6 persen
Baca Juga :  Tagihan Listrik Bisa Naik, Ini 7 Peralatan Dapur yang Wajib Dicabut

Garmin Mulai Mengejar Samsung

Persaingan di posisi kedua semakin menarik. Samsung yang sebelumnya berada di posisi tersebut kini harus berbagi pangsa dengan Garmin.

Samsung mencatat penurunan pangsa pasar dari 17 persen pada Q2 2025 menjadi 15 persen pada Q2 2026. Sebaliknya, Garmin mencatat pertumbuhan signifikan dari 11 persen menjadi 15 persen.

Omdia menyebut pertumbuhan Garmin mendapat dorongan dari meningkatnya permintaan perangkat olahraga. Konsumen mencari smartwatch untuk aktivitas seperti lari, bersepeda, dan kegiatan luar ruangan.

Garmin juga memperluas pilihan produknya melalui lini Forerunner. Perusahaan tersebut menawarkan perangkat dengan fitur olahraga dan data latihan yang semakin lengkap.

Menurut Omdia, tren tersebut menunjukkan perubahan perilaku konsumen. Pengguna kini semakin bersedia membayar lebih untuk perangkat yang memberikan data olahraga lebih akurat.

Pengiriman Smartwatch Global Tumbuh

Pasar smartwatch global mencatat pertumbuhan positif pada kuartal II 2026. Omdia mencatat pengiriman smartwatch meningkat 6 persen secara tahunan.

Baca Juga :  AI Temukan Kanker yang Luput dari Pemeriksaan Dokter, Pria di China Selamat

Namun, kondisi berbeda terjadi pada pasar wearable band secara keseluruhan. Pengiriman wearable band global justru turun 2 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan terutama terjadi pada kategori basic band yang mencatat kontraksi 9 persen. Kondisi tersebut menunjukkan konsumen mulai memilih perangkat dengan fungsi yang lebih spesifik.

Fitness Tracker Tanpa Layar Mulai Diminati

Salah satu perangkat yang mulai menarik perhatian konsumen adalah screenless fitness tracker. Perangkat ini berfungsi sebagai pelacak aktivitas tanpa menggunakan layar.

Pada kuartal II 2026, perangkat tanpa layar menyumbang lebih dari 15 persen pengiriman basic band. Kehadiran produk seperti Fitbit Air dari Google dan Circa dari Garmin ikut mendorong pertumbuhan kategori tersebut.

Fitbit Air bahkan mendapat perhatian cukup besar sejak peluncurannya. Jika tren perangkat tanpa layar terus berlanjut, Google berpeluang meningkatkan penjualan kategori wearable dalam beberapa bulan mendatang.

Perkembangan tersebut menunjukkan pasar wearable mulai terbelah ke dua pilihan utama. Konsumen dapat memilih pelacak kebugaran sederhana atau smartwatch dengan fitur yang lebih lengkap. (yp*)

Follow WhatsApp Channel apgtimes.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra Diprediksi Meluncur 9 September 2026
Xiaomi Redmi M100 Resmi Meluncur, Baterai Jumbo 7.900 mAh Jadi Andalan
Ikuti Resep Pestisida dari Chatbot AI, Petani China Kehilangan Panen 10 Hektare
Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia
Firefox di iPhone Kini Punya Ad Blocker Bawaan, Tak Perlu Aplikasi Tambahan
Google Pixel 11 Series Resmi Rilis, Gemini Kini Bisa Pesan Makanan hingga Panggil Kendaraan
Google Pixel Watch 5 Resmi Meluncur, Gemini Bisa Dipakai Tanpa Internet
AI Temukan Kanker yang Luput dari Pemeriksaan Dokter, Pria di China Selamat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:09 WIB

iPhone 18 Pro dan iPhone Ultra Diprediksi Meluncur 9 September 2026

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Xiaomi Redmi M100 Resmi Meluncur, Baterai Jumbo 7.900 mAh Jadi Andalan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Apple Masih Jadi Raja Smartwatch, Kuasai 46 Persen Pasar Global

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:09 WIB

Ikuti Resep Pestisida dari Chatbot AI, Petani China Kehilangan Panen 10 Hektare

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Mark Zuckerberg Ungkap Cara Agar AI Tetap Dikendalikan Manusia

Berita Terbaru

Ilustrasi bitcoin. (WIKIMEDIA COMMONS/JORGE FRANGANILLO)

Ekonomi & Bisnis

Bitcoin Tembus Rp1,27 Miliar, Harga BTC Naik Tajam ke 72.000 Dollar AS

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:59 WIB

Salah satu booth milik Bank Syariah Indonesia (BSI) di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2025).(KOMPAS.com/INTAN AFRIDA RAFNI)

Ekonomi & Bisnis

BSI Cetak Laba Rp4,15 Triliun, Bisnis Emas Tumbuh 80,52 Persen

Jumat, 21 Agu 2026 - 23:09 WIB